12 Cara Budidaya Jambu Madu Merah Dengan Mudah Dan Perawatannya

Diposting pada

Cara Budidaya Jambu Madu Merah

Jambu air merupakan tanaman suku Myrtaceae atau jambu dari Asia Tenggara. Jambu air memiliki perbedaan dengan Jambu Semarang atau Syzygium samarangense, yang keduanya memiliki pohon dan buah yang hampir sama.

Secara umum, jambu air adalah tanaman semak dengan ketinggian sekitar 3-10 meter, daunnya tunggal menghadap ke bentuk jantung hingga berbentuk bulat terbalik berbentuk oval. Buah jambu air dengan bentuk seperti buni dengan alas kecil dan ujung lebar, sisi luar buah berwarna putih hingga merah, daging berwarna putih, mengandung banyak air, hampir tidak memiliki aroma, memiliki aroma atau asam manis rasa asam.

Cara Budidaya Jambu Madu Hijau


Berikut ini merupakan langkah-langkah yang perlu kita lakukan dalam membudidayakan jambu madu yang tepat:

1. Persiapan Lahan

Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu menyiapkan area penanaman. Kita harus memilih area penanaman yang memenuhi beberapa kriteria untuk lahan yang baik untuk penanaman jambu madu. Tanah yang baik untuk budidaya jambu madu harus sesuai kriteria berikut:

  • Setidaknya harus terkena sinar matahari 6 jm dalam sehari.
  • Mempunyai keasaman tanah (pH) dari 5,5 hingga 7,5.
  • Mengandung nutrisi yang cukup.
  • Dekat dengan sumber air.
  • Kondisi tanah harus gembur.

Bila sudah menemukan tanah yang baik, lakukan penyiangan serta pemangkasan tanaman yang dapat menghalangi sinar matahari. Susudah itu, lanjutkan ketahap berikutnya.


2. Pembuatan Lubang Tanam

Buat lubang tanam dengan ukuran diameter 20-30 cm Serta kedalaman 20-30 cm juga. Buat banyak lubang di lapangan dengan jarak antar lubang sekitar 1,5 – 2,5 meter. Buatlah lubang sejajar dan diatur dengan rapi untuk membentuk alur, yang dapat memudahkan untuk memproses tanamannya.


3. Pemberian Pupuk Dasar

Pupuk dasar ini berguna untuk menjaga kandungan nutrisi dalam tanah selama tanaman hidup di tanah. Pupuk dasar yang digunakan adalah kombinasi pupuk organik dan pupuk kimia. Metode pemupukan dasar adalah sebagai berikut:

  1. Pakai pupuk kandang (pupuk kambing terbaik) sebagai komposisi utama pupuk dasar. Setiap lubang bisa diisi dengan satu ember semen.
  2. Tambahkan pupuk NPK sekitar 2-4 sendok makan ke setiap lubang.
  3. Tambahkan kapur dulomite (kalsium) sekitar 2 sendok makan per lubang.
  4. Campur larutan gula (mungkin gula, merah, gula batu, getah, dll.) Dengan EM4 (bakteri pengurai) lalu diamkan selama 1-3 hari.
  5. Tuang campuran ke setiap lubang secukupnya.
  6. Tutup lubang dengan tanah dan biarkan selama 2 minggu.
  7. Sambil menunggu pupuk dasar rusak, kita bisa menyiapkan bijinya terlebih dahulu.

4. Pembibitan Jambu Madu

Jambu madu bisa diunggulkan dengan dua cara, yakni biji generatif dan cangkok vegetatif. Kedua metode ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bila Anda berkembang biak dari biji, Anda akan membutuhkan beberapa bulan hingga benih ditanam. Tetapi jika Anda ingin melakukan pembibitan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, lepaskan pembibitan Anda secara penuh.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari metode benih:

  • Keuntungan
  1. Benih yang dihasilkan akan lebih tahan terhadap penyakit
  2. Menanam akan menjadi lebih kuat dan lebih kuat
  3. Produktivitas bisa lebih dari orangtua
  • Kekurangan
  1. Waktu tumbuh lebih lama
  2. Risiko bibit mati saat masih muda
    Biaya yang dikeluarkan dari benih kecil ke besar lebih dari transplantasi
    Sedangkan teknik cangkok vegetatif memiliki kelebihan dan kekurangan berikut

Bibit Melalui Benih

  • Cara menanam jambu madu
  1. Pilih biji dari buah matang dan berasal dari pohon yang sehat dan produktif
  2. Cuci bijinya dan keringkan sebentar di bawah terik matahari selama 1 jam
  3. Siapkan tanah lapisan atas dan tanah gembur dalam polibag
  4. Tanam benih dalam polybag dan tunggu sampai tumbuh
  5. Pastikan tanah polybag selalu basah
  6. Setelah benih tumbuh, lakukan penyiraman rutin hingga ukurannya lebih dari 15 cm
  7. Tanaman jambu madu yang berukuran lebih dari 15 cm dapat dipindahkan ke lubang tanam
  • Pembibitan dengan Graft
  1. Pastikan bahwa tanaman yang ditransplantasikan merupakan varietas unggul, yang sehat dan menghasilkan berbuah (produktif).
  2. Pilih cabang lurus yang cukup besar sehingga nantinya tanaman cukup kuat berdiameter sekitar 3 cm.
    Setelah itu, kerat pangkal batang (kupas lingkaran kecil seperti cincin) kemudian buat kerat kedua sedikit di atas dengan jarak sekitar 5 cm.
  3. Lepaskan kulit di antara dua kerak.
  4. Gosok getah / getah kayu sampai kayu tidak lagi licin.
  5. Gunakan serat kelapa atau plastik untuk membuat graft.
  6. Ikat lingkaran di bagian bawah terlebih dahulu dan kemudian isi tanah dengan mudah.
  7. Isi dengan tanah lapisan atas dan ikat bagian atas batang.
  8. Sirami tanah secara teratur (setiap 2-3 hari).
  9. Tunggu sekitar 2-4 minggu, graft siap untuk dipotong dan ditanam di lubang tanam.
  10. Setelah benih siap, maka lanjutkan ke proses penanaman benih.

5. Penanaman Bibit Jambu Madu

Penanaman bibit jambu madu dilakukan setelah bibit dirasa cukup besar dan kuat untuk dipindah. Berikut adalah hal penting yang perlu dilakukan dalam proses penanaman bibit ke lubang tanam:

  • Taburkan insektisida dan fungisida tabur di bagian bawah lubang tanam sehingga tanaman terhindar dari serangan serangga dan jamur pada akarnya.
  • Tanam di sore hari agar tanaman tidak layu di siang hari.
  • Segera lakukan penyiraman segera setelah tanaman ditanam.
  • Lakukan sulaman selama 2 minggu jika ada tanaman mati atau sakit.

6. Pemupupkan Susulan

Lakukan pemupukan susulan pupuk agar dapat menyelamatkan pertumbuhan tanaman setelah selesai tanam. Pupuk susulan 2 minggu setelah tanam, dengan cara:

  • Larutkan 2 gelas NPK minum dengan 35 liter air.
  • Hapus solusi ke pangkalan pabrik.
  • Lakukan pemupukan tambahan secara teratur setiap 2 minggu sampai tanaman berumur lebih dari 2 bulan.

7. Penyiraman

Penyiraman dilakukan untuk menjaga persediaan air bagi tanaman selama umur tanaman. Penyiraman hanya dilakukan secara teratur, terutama di musim kemarau dan ketika tanaman masih muda. Tanaman jambu madu tidak membutuhkan terlalu banyak pasokan air seperti sayuran atau semangka. Jaga tanah tetap basah dan hindari penyiraman sampai tanah menjadi berlumpur atau tergenang air selama berhari-hari.


8. Penyiangan Jambu Madu

Penyiangan adalah membersihkan rumput di sekitar pangkal pohon madu jambu. Bila areanya besar, Anda bisa menggunakan herbriside untuk mematikan rumput. Jangan lupa membaca instruksi yang dipakai terlebih dahulu sebelum memakai herbriside.


9. Penggundukan tanah sekitar akar

Kumpulkan tanah untuk membentuk gundukan tanah longgar yang mengelilingi pangkal tanaman. Hal tersebut bertujuan untuk memfasilitasi penyerapan air saat disiram dan mencegah air tumbuh terlalu banyak.


10. Penanggulangan Hama Jambu Madu

Hama utama dalam madu jambu biji merupakan serangan buah ketika tanaman berbuah. Gejala serangannya merupakan buah busuk dan penuh larva dari lalat buah. Selain lalat buah, hama lain yang cukup mengganggu adalah serangan ulat bulu yang bisa memakan dun dan buah.

Baik lalat buah dan ulat bulu masuk dalam kategori serangga, jadi responsnya adalah menggunakan pestisida dari insektisida. Khusus untuk lalat buah, Anda bisa menjebak lalat buah di sekitar tanaman. Anda dapat bertanya kepada toko pertanian tentang cairan untuk menarik lalat buah untuk masuk ke dalam perangkap.


11. Panen Jambu Madu

Jambu madu bisa dipanen sekitar 2 tahun setelah tanam. Buah madu jambu yang dapat dipanen akan mempunyai perubahan karakteristik warna merah di sebagian besar sisinya. Setiap pohon bisa dipanen hingga 4 kg sekaligus dan produktivitasnya akan meningkat seiring bertambahnya usia. Usahakan untuk menjaga persediaan air selama pemupukan untuk menghasilkan buah yang memiliki berat dan kadar air yang cukup.

Hindari memanen buah sampai seluruh warna menjadi merah karena buah akan membusuk dengan cepat. Simpan buah yang dipanen di tempat yang sejuk dan kering, atau Anda bisa menakai freezer jika Anda ingin menyimpannya dalam jangka panjang.


12. Perawatan Pasca Panen

Langkah terakhir dalam cara menanam madu jambu biji merupakan perawatan pasca panen. Ini bertujuan untuk menjaga produktivitas madu jambu biji setelah panen sehingga hasilnya cenderung lebih stabil. Beberapa hal yang bisa lakukan sebagai berikut:

  1. Tambahkan pupuk dasar lagi.
  2. Lakukan gempa susulan dengan beberapa level NPK.
  3. Semprot auksin ZPT sebelum musim bunga.
  4. Demikian tahapan cara menanam jambu madu yang benar. Selain Anda, kami juga akan memberikan tips untuk sukses dalam budidaya madu jambu biji.

Baca Juga:

Demikian Penjelasan Tentang 12 Cara Budidaya Jambu Madu Merah Dengan Mudah Dan Perawatannya Semoga Bermanfaat Bagi Semua Pembaca Lahan.Co.Id

12 Cara Budidaya Jambu Madu Merah Dengan Mudah Dan Perawatannya
5 (100%) 5 vote[s]