15 Cara Budidaya Kapulaga Agar Cepat Panen Dan Manfaatnya

Budidaya Kapulaga

Perhatian pemerintah dalam upayanya untuk mengeksplorasi devisa dari sektor pertanian melalui sub-sektor perkebunan cukup besar. Dari berbagai komoditas perkebunan yang saat ini tersedia, salah satunya adalah tanaman kapulaga. Di Provinsi Bengkulu tanaman ini sudah lama dikenal masyarakat tetapi belum ditangani secara serius.

Cara Budidaya Kapulaga


Tanaman Kapulaga

Tanaman kapulaga tumbuh dari tahun ke tahun sebagai bahan baku yang dibudidayakan secara monokultur atau sebagai tanaman sela antar tanaman. Perkebunan lain seperti karet, kelapa sawit atau tan. Buah-buahan seperti durian, mangga dan lainnya. Sehingga tersedia cukup lahan untuk pengembangan.

Dalam hal agronomi (tanah dan iklim) Provinsi Bengkulu memiliki berbagai jenis tanah mulai dari Alluvial, Andosol, podsolik merah kuning dan Mediterania dengan ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Curah hujan cukup tinggi dengan rata-rata 3.000 – 4.000 mm / tahun dengan suhu 20-340 C. Obat-obatan, makanan, dan komoditas, sehingga merupakan komoditas ekspor yang penting.

Peluang untuk mengembangkannya sebagai komoditas ekspor dari Provinsi Bengkulu cukup besar, mengingat Bengkulu merupakan daerah potensial untuk pengembangan perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Sementara tanaman kapulaga dapat dibudidayakan secara monokultur atau sebagai tanaman sela antar tanaman. Perkebunan lain seperti karet, kelapa sawit atau tan. Buah-buahan seperti durian, mangga dan lainnya. Sehingga tersedia cukup lahan untuk pengembangan.


Morpologi Kapulaga

Dalam hal agronomi (tanah dan iklim) Provinsi Bengkulu memiliki berbagai jenis tanah mulai dari Alluvial, Andosol, podsolik merah kuning dan Mediterania dengan ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Curah hujan cukup tinggi rata-rata 3.000 – 4.000 mm / tahun dengan suhu udara dari 20-340 C.

  • Daun

  1. Daun tunggal, pendek atau bertangkai dan lokasi daun pada batang tersebar tatap muka.
  2. Bentuk daun bulan, panjang 20 – 55 cm, lebar 2,5 – 11 cm. Daun kapulaga sabrang relatif panjang dan warnanya lebih muda dari jenis lokal.
  3. Tepi daunnya rata, pangkal daunnya meruncing dan ujungnya runcing, petualangan daun menyirip.
  • Batang

  1. Batang semu, terbungkus pelepah daun hijau.
  2. Bentuknya bulat, tumbuh tegak, tingginya sekitar 1-3 meter. Batang tumbuh dari rimpang (rimpang) yang berada di bawah permukaan tanah.
  3. Satu rumpun bisa mencapai 30-50 batang dan warna rimpang hitam merah dan ada yang putih atau putih kehijauan tergantung jenisnya.
  • Bunga

  1. Bunga kapulaga lokal disusun dalam bentuk kerucut berbentuk kerucut, pagar tanaman berbunga, memiliki struktur pelindung seperti sisik dan bunga yang ujungnya biasanya tidak menjadi buah.
  2. Bunga kapulaga sabrang memiliki garis coklat putih, daun pelindung berwarna kusam, ditemukan di setiap ruang tangkai buah.
  • Buah

  1. Buah kapulaga lokal tersusun dalam banyak tandan yang terdiri dari 5-18 tandan.
  2. Bentuk buah bulat, tiga beruang, masing-masing buah memiliki 14-16 biji dan ukuran buah, warna kulit buah berbeda sesuai jenisnya.
  3. Kulit kapulaga merah berwarna putih kemerahan, sedangkan kapulaga putih mengembang.
  4. Sabrang kapulaga duduk, menyebar di malai bercabang dan batang panjang.
  5. Bentuk buahnya bulat sampai agak lonjong, warna kulitnya hijau atau hijau muda.

Budidaya Kapulaga Agar Cepat Panen

Syarat Tumbuh Kapulaga Agar Cepat Panen Dan Berbauh Lebat

Berikut ini ialah syarat untuk tumbuh tanaman kapulaga agar berbuah lebat dan cepat dalam proses pemanenannya.

  • Tanah

  1. Jenis-jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan kapulaga atau sabrang lokal adalah latosol, andosol, aluvial, podzolik merah-kuning, dan Mediterania.
  2. Tanah liat bertekstur atau tanah liat berpasir. Dalam pertumbuhan kapulaga bertekstur tanah tanah tidak mengecewakan selama tanah diperlakukan pertama kali.
  3. Tidak suka air yang tergenang, bahan organik tanah harus tinggi dan dikeringkan dengan keasaman atau pH 5,6-6,8.
  4. Kapulaga dapat tumbuh pada ketinggian 200-1000 m di atas permukaan laut dan secara optimal 300-500 m di atas permukaan laut.
  • Iklim

  1. Tumbuh dengan baik di daerah dengan tipe iklim A, B, dan C (sistem schidt dan Ferguson).
  2. Curah hujan optimal adalah 2.500-4.000 mm per tahun. Terlalu banyak curah hujan memiliki efek buruk sehingga batang bunga pendek dan memiliki banyak bunga busuk.
  3. Musim kemarau panjang menghasilkan pembentukan anakan kecil, sehingga bunga yang dihasilkan berkurang.
  4. Di daerah dengan curah hujan rata-rata 2.500 per tahun, dibutuhkan 136 hari hujan per tahun dengan bulan kering tidak lebih dari 3 bulan, bulan basah 8 bulan dan bulan lembab 1,5 bulan.
  5. Suhu rata-rata yang diinginkan berkisar antara 20-30oC, sedangkan di dataran rendah pohon pelindung cukup subur pada 23-30oC.
  6. Intensitas cahaya yang baik untuk pertumbuhan kapulaga berkisar antara 30 hingga 70 persen.

Kapulaga Agar Cepat Panen

Tanaman kapulaga adalah tanaman budidaya berumur panjang. Jika kondisi dan perawatan mendukung, usia kapulaga bisa mencapai 10 hingga 15 tahun. Buah kapulaga hanya bisa dipanen pada umur 3 tahun setelah tanam. Buah siap panen adalah buah matang. Panen dilakukan secara bertahap setiap 1 minggu atau 10 hari, tergantung pada apakah buahnya sudah matang atau belum.


Manfaat Kapulaga

Kapulaga sering digunakan sebagai rempah (bumbu) untuk masakan tertentu dan juga untuk campuran jamu atau obat-obatan herbal tradisional. Kapulaga dapat dijadikan anti-depresan, caranya dengan mencampurkannya di air dalam gelas, tunggu hingga mengendap (sekitar 30 menit); sebelum dan saat diminum, dapat diselang dengan menghirup aromanya.


Jenis Kapulaga

Ada dua macam kapulaga yang banyak digunakan di Indonesia, yakni:

  • Kapulaga Jawa

Kapulaga jawa (Amomum compactum) Kapulaga seberang atau kapulaga india (Elettaria cardamomum); keduanya termasuk ke dalam suku jahe-jahean atau Zingiberaceae.

  • Kapulaga India

Kapulaga India diperkenalkan ke Guatemala oleh pengusaha perkebunan kopi asal Jerman, Oscar Majus Kloeffer, sebelum Perang Dunia I. Kini Guatemala menjadi penghasil kapulaga terbesar di dunia, diikuti oleh India. beberapa negara seperti Sri Lanka dan Indonesia juga membudidayakannya. Polong biji Elettaria berwarna hijau terang, sementara polong biji Amomum lebih besar dan berwarna cokelat tua.

Saat ini kapulaga adalah rempah termahal ketiga di dunia, setelah saffron dan vanilla.

Baca Juga:

Demikian Penjabaran Diatas Tentang 15 Cara Budidaya Kapulaga Agar Cepat Panen Dan Manfaatnya Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca Setia Lahan.Co.Id