14 Cara Menanam Mangga Cangkokan Agar Cepat Berbuah Dan Jenisnya

Cara Budidaya Mangga

Mangga sebagai sumber vitamin dan mineral yang penting bagi kesehatan, mangga juga merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk diperdagangkan.


Deskripsi Buah Mangga

Mangga merupakan nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga milik marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota dan suku Anacardicara menanam mangga dari bijiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica. Nama ini secara kasar berarti: “(pohon) yang memiliki mangga, berasal dari India”.


Pohon mangga termasuk tanaman tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk dalam kelompok arboreus, yang merupakan tanaman kayu yang memiliki tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga dapat mencapai ketinggian antara 10 dan 40 m.

Cara Menanam Mangga Cangkokan Agar Cepat Berbuah


Keadaan umum

Tumbuhan mangga, termasuk suku Anarcadiaceae, membentuk pohon dengan ketinggian mencapai 10-40 meter dengan diameter batang sekitar 80-100cm. Batangnya abu-abu, kulitnya tidak rata dan getahnya putih jernih. Untuk pertumbuhannya tidak membutuhkan kondisi yang sulit, tanaman dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 300-500 m di atas permukaan laut, terutama di tanah gembur dengan pH 5-6 dan disiram dengan baik. Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan adalah iklim yang memiliki periode kering sekitar 3-4 bulan.


Jenis Mangga

Mangga mempunyai banyak varietas diantaranya:

  1. Mangga gadung (arumanis)
  2. Mangga cengkir
  3. Mangga golek
  4. Mangga manalagi
  5. Mangga madu
  6. Mangga gedong

Mempersiapkan Bahan Tanaman / Benih

Tanaman mangga bisa diperbanyak dengan 3 cara, yaitu:

Dengan biji: yaitu dengan memanfaatkan sifat poli embrio biji mangga. Metode ini termasuk metode termudah dan termurah karena lebih dari 2 biji atau tanaman baru dapat diperoleh dari satu biji. Berkembang biak dengan cara ini tidak dianjurkan karena hanya dimungkinkan untuk menghasilkan (7 tahun) dan seringkali properti menyimpang dari sifat induknya sesuai dengan hukum segregasi Mendell. Umumnya metode ini dilakukan untuk mendukung pengadaan batang bawah untuk keperluan okulasi.


Cara Menanam Mangga Cangkokan

Cara Menanam Mangga Cangkokan

Caranya :

Batang yang dipilih dicangkok dan dipotong dan dikuliti, lebar sayatan 7-10 cm. Pemotongan dilakukan agar terlihat berkayu, dengan menekuk lapisan batang kambium. Kemudian sayatan dibiarkan kering selama 2-4 hari, kemudian di sekitar sayatan tersebut diberikan campuran tanah dan pupuk dan dibungkus plastik yang telah dilubangi atau menggunakan pembungkus lain.


Jika graft dipaksa di musim kemarau, graft selalu disiram. Biasanya setelah 2-3 bulan cangkokan sudah berakar dan bisa dipotong untuk ditanam nanti. Penanaman dapat langsung di lapangan jika lubang tanam telah disiapkan terlebih dahulu atau dipelihara dalam kantong plastik.


Beberapa keuntungan ketika mengalikan tanaman dengan sistem cangkok, hasilnya sama dengan pohon induk, menghasilkan pohon pendek dan cepat. Kelemahan; pohon induk sering pecah bentuknya karena banyak cabang diambil, biji besar tidak dapat diperoleh, jika okulasi dilakukan secara tidak sengaja korupsi sering gagal, akar dangkal, penyakir akan terus dibawa, membutuhkan banyak energi dan waktu dibandingkan dengan metode lain.


Cara Menanam Mangga Okulasi

Cara Menanam Mangga Okulasi

Cara mengokulasi

  1. Ambil tunas (mata lengket) dan kayu dari pohon yang benar-benar unggul.
  2. Pohon alas (di bawah tunggul) dikupas setinggi 10-15 cm di atas tanah.
  3. Kulit yang dikupas dipotong dua pertiga.
  4. Kuncup mata terselip di pangkal pohon, lalu diikat erat dengan tali plastik, kuncup tidak terikat.
  5. Setelah 3 minggu tali plastik dilepas, jika tunas tetap hijau, itu berarti okulasi berhasil, jika layu / kering berarti gagal, itu bisa diulang di sebelahnya.
  6. Jika pohon pangkal berhasil, maka pohon pangkal ditundukkan (patah dengan gunting) sekitar 10 cm di atas kuncup mata, yang berarti mendorong kuncup untuk tumbuh, sementara daun masih berfungsi untuk menghasilkan makanan. Setelah kuncup tumbuh, pangkal pohon yang diturunkan dipotong sepenuhnya.

Menanam Bibit

  • Persiapan Lahan

Kebun itu diberi lubang sekitar 1 bulan sebelum musim hujan. Lubang berukuran 1m x 1m x 1m atau 60cm x 60cm x 60cm. Jarak 10m x 10m atau 12m x 12m. Lubang dibiarkan terbuka selama 30 hari sehingga keasaman tanah hilang. Saat membuat lubang tanam, lubang harus dipisahkan dari lapisan atas tanah dengan bagian bawah dan seminggu sebelum tanam lubang diisi dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang per lubang. Saat menimbun lubang, lapisan tanah bagian bawah dimasukkan terlebih dahulu sehingga pengaturannya seperti sebelumnya.


  • Penanaman

Benih ditanam sedalam akar akar, penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari dan lebih disukai selama musim hujan

  • Pemeliharaan

Bibit yang mati atau tumbuh kurang sehat segera dapat diganti dengan benih baru dan sehat. Pada tahap awal, benih yang baru ditanam membutuhkan penyiraman yang sempurna, sehingga pertumbuhan tanaman yang baik perlu dilakukan dengan menyiangi tanaman yang mengganggu di sekitar tanaman.


  • Pemangkasan Bentuk

Dilakukan pada usia 1-1,5 tahun pada ketinggian 60 cm di atas tanah. Tunas yang tumbuh dipelihara oleh 3 batang dan tunas sehat yang tumbuh dan tumbuh ke atas. Pemangkasan kedua dilakukan setelah berumur 2 tahun selama musim hujan. Dilakukan dengan jarak 30-35 cm dari trimming pertama. Pemangkasan ketiga dilakukan pada tahun ke-3 dengan pemangkasan setinggi 30-35 cm dari pemangkasan kedua.


  • Pemupukan

Untuk mempercepat pertumbuhan tanaman pemupukan, perlu dilakukan sesuai dengan tahap pertumbuhan tanaman.

  1. Tanaman muda; NPK (14:14:14) sebanyak 300-500 gr / pohon dan Urea 300 gr / pohon.
  2. Tanaman dewasa: NPK (14:14:14) sebanyak 1,5-2,0 kg / pohon.
  3. Tanaman berumur 8-10 tahun: Pupuk kandang sebanyak 2 kaleng / pohon.

Ini dilakukan dengan membuat parit sedalam 25-30 cm di sekitar batang pohon ke atas pohon.


Pemberantasan HPT

  1. Kumbang penggerek Cabang: larva merusak cabang pohon dengan gejala cabang bengkak. Mengatasi: 1% arsen timbal.
  2. Kumbang penggerek buah: Buah-buahan dengan kulit berbintik-bintik, di dalam buah ada larva, imago dan kepompong.
  3. Kutu putih: Serangan hama ini terlihat seperti lapisan kapuk. Menyerang daun bagian bawah.
  4. Aulacophora: Hama ini adalah kumbang kecil, menyerang bagian atas daun, dapat dikontrol dengan racun lambung.
  5. Gleosporium: Penyebab penyakit ini adalah jamur, menyerang daun tanaman subur. Penyakit ini menyerang batang, cabang, ranting, bunga dan buah muda.
  6. Diplodia: Terjadi ketika udara kering, serangan tidak langsung, yaitu melalui luka pada batang sehingga tanaman mengeluarkan getah.

Pemungutan dan Pengolahan Hasil

Mangga dari bibit okulasi akan berbunga pada usia 3-4 tahun dan pemupukan berlangsung antara pertengahan Agustus dan Desember. Tanda buah olahan, jika buah tersebut dikonsumsi segera, kulit buah yang semula berwarna hijau muda berubah menjadi hijau tua atau kebiru-biruan.


Baca Juga:


Demikian Penjelasan Diatas Tentang  14 Cara Menanam Mangga Cangkokan Agar Cepat Berbuah Dan Jenisnya Semoga Bermanfaat Bagi Pembaca Setia Lahan.Co.Id