Budidaya Ikan Bandeng

Diposting pada

Ikan Bandeng

Budidaya Ikan Bandeng – Bibit, Kendala, Hasil Tambak & PembenihanIkan bandeng adalah jenis ikan dalam suku Chanidae yang masih ada (bersamaan dengan enam ganus tambahan yang dilaporkan pernah ada tetapi pernah punah). Pada bahasa Bugis serta Makasar sebagai ikan balu, serta bahasa Inggris “milkfish”.


Mereka hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan cenderung berkawanan di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan terumbu koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut selama 2–3 minggu, lalu berpindah ke rawa-rawa bakau berair payau, dan kadangkala danau-danau berair asin. Bandeng baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak.


Budidaya Ikan Bandeng (Chanos Chanos)

budidaya-ikan-bandeng

  • Pemilihan Lokasi

Posisi lahan tambak sebaiknya terletak di antara pasang surut air laut, berguna bagi pengairan tambak yang mengandalkan mekanisme pasang surut air laut. Dekat sumber air, baik dari muara, sungai maupun langsung dari laut. Tidak terletak di daerah rawan banjir. Tanah tidak mudah bocor (porous), sehingga tambak dapat mempertahankan volume air. Tanah yang baik yaitu yang bertekstur lempung (komposisi liat, pasir dan debu berimbang) dan liat berpasir. Hindari tanah yang bersifat sulfat masam (kandungan pyrit tinggi).


  • Persiapan Tambak

Ukuran tambak sebaiknya tidak terlalu luas, yaitu berkisar antara 1-5 Ha per petak, karena lahan yang terlalu luas kurang efektif untuk tambak bandeng. Tinggi pematang dari pelataran minimal 60 cm, kedalaman minimal 20 cm dari pelataran. Lebar pematang 1,5 – 2 meter, memungkinkan untuk penanaman mangrove di pematang. Caren dari pelataran sedalam 20 cm (tanah diambil oleh pematang).


Manfaat caren untuk memudahkan panen dan tempat istirahat bandeng. Terdapat tumbuhan mangrove di saluran air.Perhatikan bagian pematang dan pintu tambak, jika terdapat kebocoran segera lakukan penambalan dan perbaikan. Meninggikan pematang tambak untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya limpasan air pasang.


  • Pengeringan Tambak

Pengeringan dilakukan sampai tanah dasar tambak terlihat retak-retak. Harus mengetahui kualitas tanah. Jika tanah dasar mengandung pyrit atau pH rendah, maka harus dilakukan pencucian tanah terlebih dahulu dengan memasukkan air dalam pelataran minimal satu kali dalam 24 jam lalu air dibuang. Pencucian tambak dapat dilakukan lebihdari satu kali, sesuai kebutuhan.. Masukkan air ke dalam tambak dan diamkan selama 1 – 2 hari.


Tinggi air sekitar 10 cm. Buanglah air yang ada di dalam tambak, kemudian periksa kembali pH tanah. Lakukan berulang-ulang hingga pH tanah mendekati 6. Pencucian tanah dasar selain dapat meningkatkan pH tanah, juga mengurangi lumpur hitam dan kandungan pyrit pada dasar tambak. 3. Jika terdapat endapan lumpur berwarna hitam di dasar tambak, angkat dan buang lumpur ke luar tambak (keduk Teplok).


  • Pengapuran Tambak

Mengukur pH tanah dasar tambak pada beberapa titik yang berbeda dengan menggunakan alat pengukur pH tanah (pH soil tester). Jika tidak mempunyai alat, dapat menghubungi petugas teknis perikanan setempat. Pengapuran menggunakan kapur dolomit [CaMg (CO3)2], kapur pertanian (CaCO3), atau CaO, Ca(OH)2 (kapur tohor) ke area dasar tambak pada saat pengeringan.Pengapuran untuk menetralisir pH tanah, yaitu jika : pH tanah antara 4 – 5, gunakan kapur sebanyak 500 – 1000 kg/ha. pH tanah antara 5 – 6, gunakan kapur sebanyak 250 – 500 kg/ha. pH tanah >6, gunakan kapur 100 – 250 kg/ha (atau tidak dilakukan pengapuran).


Baca Juga : [Cara Lengkap] Budidaya Ikan Patin Di Kolam Tanah Dan Analisanya


  • Pemupukan Tambak

Pemupukan bertujuan menyuburkan tanah untuk menumbuhkan pakan alami berupa klekap, lumut, dan plankton. Pakan alami ditumbuhkan dengan menggunakan pupuk organik dan/atau pupuk anorganik. Pemupukan berupa pupuk dasar dan pupuk susulan. Pupuk organik menggunakan pupuk kompos yang jumlahnya sekitar satu Ton/Ha, ditebar merata di tanah yang masih dalam keadaan kering atau tidak terlalu basah.


Jika menggunakan pupuk kandang, maka pupuk tersebut harus terlebih dahulu dicampur dengan kapur kemudian difermentasi dan dikeringkan. Jika dalam tambak terdapat parit (caren), maka pupuk organik juga ditebar ke dalam parit. Pakan alami Klekap akan mudah tumbuh pada tanah berlempung.


Berbeda jenis tanah akan berbeda pula aplikasi pupuknya. Jumlah pupuk yang ditebar harus memperhatikan jenis tanah dan kebutuhan pakan alami bandeng. Jika petambak ingin memperbanyak klekap maka pemberian pupuk dilakukan sebelum pengisian air, sedangkan jika ingin memperbanyak lumut maka pemberian pupuk dilakukan setelah pengisian air. Jumlah pupuk organik yang optimal yaitu sekitar 150 kg/ha. Sering dijumpai jenis tanah tambak yang tidak cocok menggunakan pupuk organik, yaitu pada tanah berpasir, maka cukup dengan pupuk anorganik.


  • Pengisian Air Tambak

Pastikan air yang masuk ke tambak berkualitas baik. Pengisian air dilakukan dengan membuka pintu air yang telah dilengkapi dengan saringan minimal 2 (dua) buah. Tujuannya untuk mencegah/memperkecil potensi masuknya hama berupa bibit predator atau ikan-ikan liar, organisme pesaing serta penyakit. Pengisian air dapat pula dengan menggunakan pompa air. Pengisian air dilakukan secara bertahap, tahap pertama 10 cm, lalu dinaikkan menjadi 20 cm, kemudian 40 cm.


Dilakukan secara bertahap untuk merangsang pertumbuhan pakan alami. Setelah pengisian air, dapat dilakukan pemupukan susulan untuk menumbuhkan pakan alami. Dosis pupuk anorganik optimum yaitu 400 kg/ha. Dosis Pemupukan dapat dilakukan dengan perbandingan 1 : 1 (Urea : SP 36). Komposisi pupuk tersebut disesuaikan dengan kondisi nitrogen dan pospat di tambak.


Jika nitrogen di tambak banyak, maka perbandingannya bisa 1 : 3 (100 kg urea dan 300 kg SP 36).Penambahan probiotik (bacillus) sebanyak 4 liter/ha. Probiotik diencerkan dengan air 1 (satu) ember dan ditebar merata di petakan. Setelah itu diberikan secara rutin sebanyak 2 liter 1 kali seminggu untuk satu hektar. Bila pakan alami telah tumbuh, tambak sudah dapat ditebari benih ikan.


  • Benih Ikan Bandeng (Nener)

Ukuran seragam (minimal 95%) dan tidak cacat. Gerakannya lincah. Jika air diputar dalam bak, nener bergerak melawan arus. Warna tubuh transparan dan isi perut terlihat penuh. Responsif terhadap pakan yang diberikan. Umur minimal 18 hari dengan panjang tubuh 1,6 cm.Pengangkutan nener sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, agar nener tidak stress akibat dari perbedaan suhu. Memastikan jumlah nener sesuai dengan ukuran kantong plastik dan kandungan oksigen, untuk menghindari nener mengalami stress dalam pengangkutan.


Bila perjalanan ditempuh lebih dari 3 jam, turunkan suhu air dalam kantong menjadi sekitar 24 C agar nener tidak aktif. Kepadatan nener dalam kemasan disesuaikan dengan waktu tempuh; sebagai gambaran kepadatan nener dalam satu kantong sebanyak 2.500 ekor untuk waktu tempuh 24 jam dengan volume air 2-3 liter dan 2/3 oksigen dari volume kantong, sedangkan untuk ukuran gelondongan (5 – 7 cm) kepadatan 500 ekor perkantong (volume air 2-3 liter, 2/3 oksigen).


Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Gabus


  • Penebaran Benih Ikan Bandeng

Lakukan segera aklimatisasi (adaptasi terhadap lingkungan air baru) pada benih yang telah tiba di lokasi. Caranya, kantong yang berisi nener dimasukkan ke dalam tambak. Kemudian ditunggu beberapa saat hingga suhu dalam kantong relatif sama dengan suhu di luar kantong. Dapat pula nener ditebar di ember (bak penampungan yang dapat menampung 25.000 ekor dengan volume 20 liter) untuk aklimatisasi, lalu dilakukan pemberian pakan ke bak penampungan menunjukkan Survival Rate (SR)-nya lebih tinggi. Nener dalam bak ember sekitar setengah jam.Buka kantong secara hati-hati, kemudian dibiarkan nener keluar sendiri dari kantong atau dilepaskan secara perlahan-lahan.


  • Pemeliharaan Bandeng Untuk Gelondongan

Umumnya dilakukan selama 15 – 60 hari. Lakukan penggelondongan pada nener sebelum ditebar pada petak pembesaran. Jumlah nener yang ditebar sebanyak 100 – 200 ekor/m untuk gelondongan awal, dengan luas petakan 2.500 m dengan kedalaman 60 cm. Kepadatan sangat ditentukan oleh target produksinya. Panen nener penggelondongan dilakukan secara parsial, misalnya pada hari ke-15 sudah panen awal hingga 60%. Penggelondongan untuk kelompok : disesuaikan dengan luas tambak (pasar untuk anggota kelompok). Luas gelondongan, biasanya 10% dari luas tambak pembesaran.


  • Pemeliharaan Pembesaran

Setelah nener mencapai ukuran gelondongan, serta pakan alami sudah tumbuh di tambak. Lakukan penebaran dengan kepadatan sekitar 7.500 – 10.000 untuk gelondongan 10 cm, dengan target panen lebih 1 ton/ha. Dimana biasanya target 1 hektar menghasilkan 1 ton bandeng, dengan daya hidup 90% dan berat 200 gram/ekor. Produksi dapat mencapai 1,5 ton apabila pakan alami tersedia dengan lama pemeliharaan 5 – 6 bulan. Tebarlah benih bandeng gelondongan yang memiliki ukuran seragam.


Waktu penebaran dilakukan pada pagi atau sore hari.Apabila pakan alami sudah terlihat menipis, segera lakukan pemupukan susulan, dengan dosis 30% dari dosis awal. Sebelum pemupukan susulan dilakukan, ketinggian air tambak ditambah dan dipertahankan ketinggiannya. Kemudian dilakukan pemupukan dengan pupuk anorganik sebanyak 10% dari pupuk awal. Untuk menghindari timbulnya amoniak, lakukan pemupukan susulan dengan melarutkan lebih dahulu, kemudian ditebar ke permukaan air.


Pupuk susulan dapat dilakukan pula dengan cara menempatkannya dalam kantong yang berpori (karung) kemudian diapungkan pada kolom air. Jika kondisi perairan tambak baik dan pakan alami cukup, maka dengan pemeliharaan selama 3 – 4 bulan di petak pembesaran, maka ikan bandeng dapat mencapai ukuran 300 – 350 g/ekor (3 ekor/kg).


  • Pengelolaan Kualitas Air

Untuk menjamin terpeliharanya kondisi perairan yang baik, kawasan pertambakan sebaiknya memiliki luas tumbuhan mangrove sebesar 50% untuk menjamin daya dukung lingkungan dan keberlanjutan budidaya ikan bandeng. Untuk menjaga kualitas air tambak selama pemeliharaan, lakukan pergantian air secara rutin dengan memanfaatkan kondisi pasang surut, cek kualitas air dalam tambak secara rutin setiap hari (pH, suhu, kecerahan, usahakan 2 – 3 kali sehari).


Jika ketinggian air pasang tidak dapat diandalkan untuk mengisi air tambak;penambahan air tambak dapat dilakukan dengan bantuan pompa air. Kemudian hal sangat penting yang harus diperhatikan adalah pencemaran. Amatilah sumber-sumber pencemar di sekitar kawasan tambak seperti sampah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian pada daerah aliran sungai. Lakukan komunikasi dan koordinasi melalui kelompok kepada pihak-pihak yang melakukan pencemaran untuk mengurangi jumlah bahan pencemar. Buat kesepakatan agar tidak mencemari tambak dan sumber air.


Baca juga : 11 Cara Membuat Umpan Ikan Mas Harian Yang Jitu


  • Hama

Hama Pengganggu yaitu kepiting (ketam), udang tanah, tritip dan tiram

  1. Akibat: Membuat pematang tambak bocor atau menempel di pintu-pintu air
  2. Penanggulangan: Ditanggulangi sejak persiapan tambak. Menggunakan saringan pada inlet(pintu masuk air). Jenis pemberantasan hama dari racun nabati: Biji teh/saponin = 150 – 200 kg/ha.
  3. Hama Pemangsa: Burung-burung
  4. Akibat :Memangsa ikan bandeng yang dipelihara pada kolam penggelondongan.
  5. Penanggulangan :Jaring pelindung (rumbairumbai), dan atau alat pengusir burung. Menggunakan jaring dan tali penjebak. Meninggikan air minimal 70 cm

  • Penyakit

Penyakit menghambat pertumbuhan ikan bandeng, bahkan menyebabkan kematian dan gagal panen. Penyakit dipicu seiring dengan memburuknya kualitas air. Penumpukan bahan organik dari sisa kotoran ikan menjadi media perkembangan parasit dan bakteri. Penyakit yang sering menyerang bandeng dikenal sebagai cold atau penyakit pilek yang biasa berjangkit pada saat terjadinya perubahan cuaca mendadak (hujan deras atau penurunan suhu air).


Tanda-tandanya yaitu bandeng menjadi lemah, nafsu makan berkurang, dan warna kulit menjadi pudar yang tampak nyata setelah 2 – 3 hari. Bakteri yang sering menimbulkan penyakit adalah vibrio yang menyebabkan ekor busuk (fin rot). Pergantian air secara rutin dapat mengurangi penyakit. Penggunaan bahan kimia untuk menanggulangi penyakit tidak dianjurkan, kecuali dalam kondisi terpaksa.


Panen Dan Pasca Panen

Panen dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan pencapaian ukuran ikan yang dipelihara yaitu 300 – 350 gram/ekor. Panen ikan bandeng pada sistem tradisional yaitu sekitar 4 bulan masa pemeliharaan di petak pembesaran. Dengan demikian panen bandeng dapat dilakukan secara bertahap (panen selektif).


  • Cara Panen :

Panen dilakukan pada pagi hari saat usus kosong dan menghindari kerusakan organ pencernaan. Air tidak dikurangi dan menggunakan waring untuk menghindari sisik lepas. Bandeng diserok secara total menggunakan krikip kemudian dipindahkan ke terpal (hapa) menggunakan keranjang.


Beberapa cara agar ikan bandeng tetap segar :

Usahakan ikan bandeng dipanen dalam keadaan masih hidup, tidak mati di dalam tambak.Dalam pemanenan, bandeng diperlakukan dengan baik, hindari melempar sembarangan yang menyebabkan ikan luka (sisik lepas). Luka dapat mempercepat kebusukan. Usahakan ikan bandeng mati dalam air yang bersuhu rendah atau dalam es. Ikan bandeng yang sudah dicuci dimasukkan dalam air es selama beberapa menit, sehingga suhu menjadi dingin secara merata. Ikan yang sudah dipanen, dicuci bersih dari semua kotoran, terutama dari lumpur yang menempel. Ikan bandeng yang sudah bersih dan sudah didinginkan dengan es, siap dikemas dan diangkut ke tempat penjualan ikan bandeng.


  • Packing Dan Pengiriman

Sebelum dikemas, ikan bandeng disortir berdasarkan ukuran dan kualitas yang sama; untuk memudahkan pengelompokan dalam wadah packing. Persiapkan wadah ikan bandeng yang kedap suhu, berupa styrofoam, boks plastik (fiber glass berinsulasi), sehingga ikan bandeng segar dan tahan lama. Wadah yang sudah dipersiapkan, ditaburi dengan es batu yang telah dihancurkan, sebagai lapisan pertama/dasar.


Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tanah


Lapisan kedua adalah ikan bandeng disusun di atas lapisan es (lapisan pertama). Demikian seterusnya lapisan ketiga yaitu lapisan hancuran es batu, terus ikan bandeng yang disusun secara berselang – seling hingga wadah tersebut penuh. Diusahakan lapisan paling atas adalah lapisan hancuran es batu. Ditutup dengan penutup wadah yang kedap terhadap fluktuasi suhu di luar, dan ikan bandeng siap diangkut sampai tujuan.


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Budidaya Ikan Bandeng – Bibit, Kendala, Hasil Tambak & Pembenihan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id