Budidaya Ikan Kakap Putih Masih Memiliki Keuntungan Ini cara

Budidaya Ikan Kakap Putih – Ikan kakap putih (Barramundi)  merupakan produk budidaya laut utama di Indonesia, karena pertumbuhannya relatif cepat dan memerlukan waktu tinggal dari ukuran tanam sampai panen kurang lebih satu tahun.

Budidaya Ikan Kakap Putih

Ikan Barramundi juga memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi sekitar 86%, mudah beradaptasi dengan lingkungan tumbuh dan memiliki tingkat pertumbuhan harian yang baik sebesar 0,51%/hari. 

Barramundi juga berpotensi harga jual yang bagus dapat mencapai Rp 75.000/kg dan mungkin lebih. 

Kakap adalah sejenis ikan karnivora yang memakan makhluk yang lebih kecil. Ikan ini biasanya hidup di perairan peralihan, seperti daerah pesisir dengan hutan bakau. 

Mereka dapat hidup di air laut, payau atau air tawar. Meski kakap cenderung lebih besar, namun yang hidup di air tawar akan lebih mudah dirawat. 

Kita dapat dengan mudah menemukan budaya kakap di Indonesia. Selain meraup untung besar, beternak kakap sebenarnya tidak sulit, baik kakap maupun kakap putih. 

Cara memelihara kakap bisa dilakukan tanpa modal besar. Jika Anda tertarik untuk menjalankan peternakan ikan kakap, berikut adalah langkah-langkah yang tepat.

Budidaya Ikan Kakap Putih Masih Memiliki Keuntungan Ini cara

Pemilihan habitat Budidaya Ikan Kakap Putih

Sebelum Anda mulai beternak ikan kakap, Anda perlu menyiapkan tempat penangkaran yang merupakan faktor penting dalam proses penangkaran. 

Seperti diketahui, ikan kakap memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap salinitas. Kakap dapat disimpan di semua jenis air. Tempat penangkaran ikan kakap bisa dibuat di tambak, tambak, bahkan di pinggir pantai.

Dalam budidaya ikan kakap yang harus diperhatikan adalah kualitas air juga sangat penting dalam pemeliharaannya. Kakap adalah ikan tropis. 

Karena itu, pastikan suhu kolam antara 27 hingga 32 derajat Celcius. Pastikan juga kolam tidak terlalu keruh. Jika Anda memilih memelihara ikan kakap di kolam tepi pantai, pastikan arus air tidak terlalu deras karena dapat merusak kolam. 

Memilih bibit Budidaya Ikan Kakap Putih

Sebelum membeli benur kakap dari hatchery, Anda harus benar-benar memahami ciri-ciri benih yang berkualitas dan sehat. 

Bila sehat, burayak ikan kakap akan berwarna cerah, putih keperakan, tidak gelap atau pucat. Bentuk tubuh benur kakap yang sehat akan proporsional dan bebas dari bekas luka dan bekas luka. Kakap yang sehat akan berenang dengan sangat aktif dan merespons kejutan dengan sangat baik. 

Agar ikan mencapai ukuran yang sama, keseragaman dimensi benih yang dipilih harus > 80%. Keseragaman ukuran benih menjadi prioritas untuk menghindari kanibalisme yang nantinya dilakukan oleh ikan-ikan besar. 

Perlu diketahui bahwa benih ikan kakap siap budidaya adalah benih berukuran lebih dari 10 cm dengan kepadatan populasi 100 benih per m³.

Pakan

Pemberian pakan dapat dilakukan dengan memberikannya sampah atau ikan teri. Ikan Kakap memakan makhluk kecil misalnya plankton, cumi-cumi, udang dan ikan kecil lainnya. 

Kakap putih memiliki stamina untuk mencerna dalam jumlah besar protein  dibandingkan dengan ikan lainnya. 

Jangan pernah memberikan makanan yang mengandung karbohidrat atau serat karena dapat mempengaruhi pencernaan ikan. 

Kakap juga bisa diberi makan dengan pelet. Meski ikan yang diberi makan secara alami cenderung memiliki rasa yang lebih enak daripada ikan pemakan pelet. 

Reproduksi ikan kakap

Secara umum ikan kakap merupakan ikan hermafrodit yang dapat berganti kelamin berdasarkan berbagai faktor variabilitas. 

Di awal pertumbuhannya, kakap yang berumur sekitar 1 atau 2 tahun cenderung mengembangkan testis untuk menjadikannya jantan. 

Namun, ikan tersebut akan berubah menjadi betina saat mencapai usia 5-6 tahun. Masa reproduksi umumnya akan berlangsung pada musim hujan. 

Selama masa pemijahan, kita akan bisa mengetahui ikan mana yang jantan dan mana yang betina berdasarkan ukurannya. 

Ikan jantan umumnya terlihat lebih kecil dan lebih ramping daripada betina. Setelah gonad matang, ikan kakap dapat membuahi sendiri dan menghasilkan telur serta benih baru.

Aplikasi probiotik, vitamin dan multivitamin Budidaya Ikan Kakap Putih

Probiotik sebagai pakan tambahan (dietary supplement) berupa sel mikroba hidup yang memberikan efek menguntungkan bagi hewan inang yang mengkonsumsi dengan cara menyeimbangkan flora mikroba ususnya. 

Dosis penambahan probiotik pada ransum pakan adalah 2 gram/kg pakan, dengan frekuensi 2 kali seminggu.

Baca Juga

Penambahan vitamin C dan multivitamin pada ransum pakan ikan yang diawetkan dapat memperkuat daya tahan tubuh ikan, mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kelangsungan hidup (RS). 

Dosis yang diberikan adalah 2 gram/kg pakan dengan frekuensi harian untuk ikan dengan berat kurang dari 50 gram dan dosis dua kali seminggu untuk ikan dengan berat lebih dari 50 gram.

Pengambilan Sampel dan Grading

Pengambilan sampel ikan melibatkan pengambilan sampel ikan secara acak minimal 5-10% dan kemudian mengukur berat dan panjang ikan yang ditahan. 

Cara Pengambilan sampel ikan dilakukan sebulan sekali untuk ikan dengan berat lebih dari 100 gram, sedangkan untuk ikan dengan berat kurang dari 100 gram dilakukan 2-3 kali dalam sebulan.

Grading ikan terdiri dari standarisasi ukuran ikan dengan mengklasifikasikannya menurut berat dan panjang. 

Proses Grading dilakukan setiap 2 minggu sekali untuk ikan dengan berat kurang dari 50 gram dan sebulan sekali untuk ikan dengan berat lebih dari 50 gram.

Penanganan penyakit pada ikan kakap

Penanganan penyakit pada ikan kakap merupakan salah satu cara untuk menghindari kerugian usaha budidaya ikan anda. 

Salah satu tanda ikan kakap sakit adalah nafsu makan yang menurun. Jika nafsu makan berkurang maka ikan kakap akan melemah, badan menjadi pucat dan lendir yang dihasilkannya akan bertambah banyak. 

Untuk menghindarinya, Anda bisa merendam ikan di air tawar maksimal 15 menit atau menggunakan formalin kurang lebih 30 menit.

Cara pemanenan ikan kakap

Selama proses pemanenan, alat yang diperlukan adalah jaring atau talang. Jangan gunakan alat pemanenan yang dapat membahayakan ikan atau lingkungan, seperti pompa ikan atau obat-obatan kimia. 

Teknik berbahaya akan menghancurkan tanaman. Ada dua teknik pemanenan, yaitu pemanenan selektif dan pemanenan total. 

Pemanenan selektif hanya memanen sebagian ikan, sedangkan pemanenan total berarti memanen seluruh ikan. 

Setelah sekitar satu tahun penyimpanan, ikan dapat dipanen yang telah mencapai berat sekitar 500-1000 gram. Jika ada ikan yang melebihi 1kg, sebaiknya ikan tersebut dijadikan ikan induk.