Bokashi Cair

Diposting pada

Bokashi Cair

Bokashi Cair – Padat, Cara Membuat, Pengertian Dan Manfaaatnya – Pupuk organik adalahn hasil penguraian bahan organik oleh jasad renik atau mikroorganisme yang berupa zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tanaman. Misal Kompos, pupuk kandang, dan pupuk hijau. Kompos atau pupuk kandang sudah cukup lama dikenal dan dipergunakan, tetapi baru sebatas menggunakan apa adanya, belum sampai pada usaha untuk meningkatkan kualitas dari kompos dan pupuk kandang tersebut.


Rakitan teknologi pembuatan pupuk alternatif mulai membudaya di masyarakat kita, yaitu upaya pembuatamn kompos dengan menggunakan bioaktifator yang memang sudah cukup banyak di pasaran, seperti EM-4, stardek/Starbio, CM dll. Hal ini dilakukan petani dengan pertimbangan antara lain :

Bokashi-Cair


Cara Membuat Bokashi Pupuk Kandang

  • Untuk memperoleh pupuk kandang dalam jumlah besar yang sudah masak tidaklah mudah.
  • Penanaman pupuk hijau tidak selalu berhasil, karena keberatan dari petani jika harus mengorbankan sebagian lahannya untuk tanaman pupuk hijau.
  • Memberi nilai tambah bagi pupuk kandang sehingga menjadi kompos dengan kualitas lebih baik.
  • Mengurangi ketergantungan pada pupuk buatan.
    Pembuatan Kompos dengan Bioaktifator CM
  • CM (Crops Mikrobia) mengandung bakteri gram positif yang dapat hidup di permukaan akar yang mempunyai strain spesifik yang jelas dan terkendali. Bakteri itu yaitu :
  • Bacillus chitinosporous, yang memproduksi metabolit enzim chitinase yang mampu menghancurkan, mengurai dan mencerna zat kitin yang terdapat pada sel telur nematoda, kulit serangga, larva dan pupa serangga.
  • Bacillus subtilis dan Bacillus pumulus yang memproduksi metabolit yang menghambat fungi (cendawan)
  • Bacillus lateroporous yang memproduksi metabolit spesifik (auksin dan gibrelin) yang mampu menstimulir benih, akar, batang, bunga dan buah.

Artikel Terkait : Cara Membuat Pupuk Organik Cair


Oleh karenanya CM sendiri ada 3 jenis sesuai dengan kegunaannya yaitu :

  1. CM akar
  2. CM daun
  3. CM buah

Teknik pembuatan kompos :

Untuk tiap kuintal bahan kompos dibutuhkan bahan sebagai berikut :

  1. kotoran hewan / jerami : 100 Kg
  2. serbuk gergaji : 20 Kg
  3. bekatul : 2 Kg
  4. CM : 50 cc
  5. tetes tebu/larutan gula : 100 cc
    air : 25 liter
  6. Nutrisi : secukupnya

  • Cara pembuatan :
  1. Bahan 1,2,3 dicampur hingga merata
  2. Bahan 4,5,6,dan 7 dilarutkan dalam air (bahan 6)
  3. Larutan pada point b disiramkan pada adonan (hasil campuran poin a) hingga homogen.
  4. Adonan dibuat gundukan.
  5. Adonan ditutup dengan plastik selama 4-5 hari, dan setiap harinya adonan diaduk dan dibalik dan ditutup kembali dengan plastik.
  6. Proses dekomposisi berlangsung ditandai dengan naiknay suhu.

  • Hasil kompos dikatakan berhasil dengan tanda :
  1. dipegang tidak lengket
  2. tidak bau dan tidak panas
  3. warna lebih legam/mengkilap

 


Artikel Terkait : Cara Membuat Pupuk Organik 


Pembuatan Kocoran

Selain dibuat kompos CM juga bisa dibuat kocoran untuk menyiram tanaman. Adapun cara membuatnya adalah sebagai berikut : (untuk pembuatan kocoran 10 liter) :

  • Bahan :
  1. Pupuk kandang : 2 Kg
  2. Bekatul : 0,5 Kg
  3. Larutan gula : 0,5 liter
  4. CM : 100 cc
  5. air : 15 liter
  6. Nutrisi : secukupnya

  • Cara membuat kocoran adalah sebagai berikut :
  1. Pupuk kandang ditaruh dalam ember, dan dituangkan air mendidih 15 liter dan biarkan hingga dingin/agak hangat.
  2. Larutan tersebut disaring diambil cairannya, dan pisahkan dalam ember.
  3. Setelah dingin, masukan bekatul, larutan gula, CM dan nutrisi dan diaduk hingga homogen.
  4. Setelah itu masukan alat oksidasi (aerator aquarium) selama 4-5 hari, dan setelah itu dapat digunakan pada tanaman.
  5. Pada saat disiramkan kocoran terlebih dulu diencerkan 200 kali (1 liter kocoran dicampur denga air hingga mencapai 200 liter).

Penggunaan kompos dan kocoran yang rutin pada tanaman menjadikan tanaman sehat dan produktif karena bakteri gram positif akan mampu berkompetesi dan mengalahkan bakteri patogen pada akar sehingga tanaman tetap tersuplai zat hara, karena bakteri gram positif mampu merombak unsur hara yang terikat kuat dalam partikel tanah menjadi unsur hara dalam gugus siap pakai dan hormon tumbuh yang dihasilkan melalui metabolit yang akan menstimulin pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah.


Pembuatan Petisida Organik (EM-4)

  • Bahan :
  1. Larutan gula : 100 ml
  2. EM – 4 : 100 ml
  3. asam cuka : 100 ml
  4. Alkohol 40% : 100 ml
  5. Air cucian beras yang pertama : 1 liter

Artikel Terkait : Pupuk NPK


  • Cara Membuat :
  1. Kelima bahan dicampur dan dimasukan dalam botol/jerigen yang tertutup.
  2. Dilakukan pengocokan botol tiap pagi dan sore.
  3. Pada setiap pengocokan kemudian tutup botol dibuka untuk membebaskan gas yang terbentuk selama fermentasi.
  4. Pengocokan dihentikan setelah tidak ada gas yang terbentuk (kurang lebih 15 hari)
  5. Biarkan selama 7 hari sebelum dipergunakan pada tanaman.
  6. Untuk penggunaan campurkan 5 – 10 ml untuk setiap 1 liter air.
  7. Mari Membuat Pupuk Organik Dari Daun-daunan

Pupuk Organik dari daun-daunan merupakan sarana menyediakan pupuk yang murah dan bebas dari bahan kimia. Untuk pembuatannya juga tidak terlalu sulit sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja.Adapun cara pembuatannya bisa dilakukan seperti di bawah ini.


Pembuatan pupuk Organik dari daun-daunan, langkah pertama adalah:

  • Buat fermentasi bakteri dengan bahan 2 buah nanas
    Ambil dua buah nanas yang sudah matang kemudian blender dengan air masak yang sudah dingin ,beri gula pasir kira-kira seperempat kilogram kemudian masukkan ke dalam botol menjadi 3 buah botol dan tutup botol tersebut rapat-rapat kemudian biarkan selama minimal satu minggu.
  • Sediakan daun-daunan seperti daun jati sebanyak mungkin kemudian lembutkan dengan cara di cacah kecil kecil menjadi beberapa centimeter.
  • Sediakan ember yang berisi air untuk mencapur fermentasi nanas dengan air biasa
  • Ambila kardus kemudian di pasang di atas ruji –ruji besi pada bak pembuatan
  • Daun daun yang sudah di cacah dimasukkan ke bak di atas kardu dengan ketebalan kurang lebih 10 cm
  • Gebyurkan air yang sudah dicampur dengan fermentasi nanas dengan gayung kemudian di aduk
  • Taburkan pupuk organic yang sudah jadi di atas daun tadi sampai rata
  • Masukkan kembali daun-daun kering yang sudah di cacah diatasnya sekitar ketebalan 10 cm kemudian taburkan fermentasi nanas dan pupuk organic yang sudah jadi.

    Taburan pupuk organik di beri cacahan daun lagi dan seterusnya, Begitu seterusnya sampai bak pembuatan penuh kemudian tutup dengan papan atau seng dan biarkan sekitar sepuluh hari sampai dua minggu maka Insya Alloh dari ruji-ruji besi di bawah sudah akan berjatuhan serbuk serbuk pupuk organic .

  • Bila sudah jadi ,ambil pupuk organic dari rongga bak kemudian disaring dengan saringan agar menjadi butiran-butiran kecil dan siap dikemasi atau dipakai untuk pupuk tanaman.
  • Selamat, mencoba semoga sukses

Membuat kompos dan Pupuk Organik

KOMPOS: Dari Tanah Kembali Ke Tanah

Catatan: Bahan ini digunakan untuk menjelaskan kompos pada petani, pekebun, atau masyarakat awam. Dibuat dengan bahasa yang lebih sederhana agar lebih mudah dipahami oleh petani. Semoga bermanfaat.


Artikel Terkait : Cara Membuat Pupuk Kompos


Apa itu kompos?

Kompos atau humus adalah sisa-sisa mahluk hidup yang telah mengalami pelapukan, bentuknya sudah berubah seperti tanah dan tidak berbau. Kompos memiliki kandungan hara NPK yang lengkap meskipun persentasenya kecil. Kompos juga mengandung senyawa-senyawa lain yang sangat bermanfaat bagi tanaman.


Apa manfaat kompos?

Kompos ibarat multivitamin bagi tanah dan tanaman. Kompos memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Kompos akan mengembalikan kesuburan tanah. Tanah keras akan menjadi lebih gembur. Tanah miskin akan menjadi subur. Tanah masam akan menjadi lebih netral. Tanaman yang diberi kompos tumbuh lebih subur dan kualitas panennya lebih baik daripada tanaman tanpa kompos.


Apa saja yang bisa dibuat kompos?

Pada prinsipnya semua bahan yang berasal dari mahluk hidup atau bahan organik dapat dikomposkan. Seresah, daun-daunan, pangkasan rumput, ranting, dan sisa kayu dapat dikomposkan. Kotoran ternak, binatang, bahkan kotoran manusia bisa dikomposkan. Kompos dari kotoran ternak lebih dikenal dengan istilah pupuk kandang. Sisa makanan dan bangkai binatang bisa juga menjadi kompos.


Ada bahan yang mudah dikomposkan, ada bahan yang agak mudah, dan ada yang sulit dikomposkan. Sebagian besar bahan organik mudah dikomposkan. Bahan yang agak mudah alias agak sulit dikomposkan antara lain: kayu keras, batang, dan bambu. Bahan yang sulit dikomposkan antara lain adalah kayu-kayu yang sangat keras, tulang, rambut, tanduk, dan bulu binatang.


Mengapa harus dikomposkan terlebih dahulu?

Tanaman tidak dapat menyerap hara dari bahan organik yang masih mentah, apapun bentuk dan asalnya. Kotoran ternak yang masih segar tidak bisa diserap haranya oleh tanaman. Apalagi sisa tanaman yang masih segar bugar juga tidak dapat diserap haranya oleh tanaman. Kompos yang ‘setengah matang’ juga tidak baik untuk tanaman. Bahan organik harus dikomposkan sampai ‘matang’ agar bisa diserap haranya oleh tanaman. Prinsipnya adalah tanaman menyerap hara dari tanah, oleh karena itu harus dikembalikan menjadi tanah dan diberikan ke tanah lagi.


Bagaimana cara membuat kompos yang cepat, mudah, dan murah?

Membuat kompos sangat mudah. Secara alami bahan organik akan mengalami pelapukan menjadi kompos, tetapi waktunya lama antara setengah sampai satu tahun tergantung bahan dan kondisinya. Agar proses pengomposan dapat berlangsung lebih cepat perlu perlakuan tambahan.


Artikel Terkait : Manfaat Pupuk Organik Bagi Tanaman Dan Fungsi Unsur Hara Makro


Pembuatan kompos dipercepat dengan menambahkan aktivator atau inokulum atau biang kompos. Aktivator ini adalah jasad renik (mikroba) yang bekerja mempercepat pelapukan bahan organik menjadi kompos. Bahan organik yang lunak dan ukurannya cukup kecil dapat dikomposkan tanpa harus dilakukan pencacahan. Tetapi bahan organik yang besar dan keras, sebaiknya dicacah terlebih dahulu. Aktivator kompos harus dicampur merata ke seluruh bahan organik agar proses pengomposan berlangsung lebih baik dan cepat.


Bahan yang akan dibuat kompos juga harus cukup mengandung air. Air ini sangat dibutuhkan untuk kehidupan jasad renik di dalam aktivator kompos. Bahan yang kering lebih sulit dikomposkan. Akan tetapi kandungan air yang terlalu banyak juga akan menghambat proses pengomposan. Jadi basahnya harus cukup. Bahan juga harus cukup mengandung udara. Seperti halnya air, udara dibutuhkan untuk kehidupan jasad renik aktivator kompos.


Untuk melindungi kompos dari lingkungan luar yang buruk, kompos perlu ditutup. Penutupan ini bertujuan untuk melindungi bahan/jasad renik dari air hujan, cahaya matahari, penguapan, dan perubahan suhu. Bahan didiamkan selama beberapa waktu hingga kompos matang. Lama waktu yang dibutuhkan antara 2 minggu sampai 6 minggu tergantung dari bahan yang dikomposkan. Bahan-bahan yang lunak dapat dikomposkan dalam waktu yang singkat, 2 – 3 minggu. Bahan-bahan yang keras membutuhkan waktu antara 4 – 6 minggu. Ciri kompos yang sudah matang adalah bentuknya sudah berubah menjadi lebih lunak, warnanya coklat kehitaman, tidak berbau menyengat, dan mudah dihancurkan/remah.


Bagaimana cara penggunaan kompos?

Kompos yang sudah matang dapat langsung digunakan untuk tanaman. Tidak ada batasan baku berapa dosis kompos yang diberikan untuk tanaman. Secara umum lebih banyak kompos memberikan hasil yang lebih baik. Tetapi jika kompos akan digunakan untuk pembibitan atau untuk tanaman di dalam pot/polybag, kompos harus dicampur tanah dengan perbandingan satu bagian kompos : tiga bagian tanah.


Kompos dapat diberikan sebagai satu-satunya sumber hara tambahan atau lebih dikenal dengan istilah pertanian organik. Kompos yang diberikan sebaiknya dalam jumlah yang cukup, agar tanaman dapat tumbuh lebih baik. Kompos juga bisa diberikan bersama-sama dengan pupuk kimia buatan. Pupuk kimia dapat dikurangi sebagian dan digantikan dengan penambahan kompos.


Kompos dapat diberikan ke tanaman apa saja, mulai dari tanaman pertanian, holtikultura, perkebunan, tanaman hias, buah-buahan, sayuran, dan kehutanan. Misalnya untuk tanaman: padi sawah, padi gogo, jagung, ketela pohon, kacang, kol, kentang, karet, kopi, sawit, kakao, tebu, aglonema, gelombang cinta, mangga, akasia, dan lain-lain.


Kompos Jerami

Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Tanah menemukan bahwa kandungan bahan organik di sebagian besar sawah di P Jawa menurun hingga 1% saja. Padahal kandungan bahan organik yang ideal adalah sekitar 5%. Kondisi miskin bahan organik ini menimbulkan banyak masalah, antara lain: efisiensi pupuk yang rendah, aktivitas mikroba tanah yang rendah, dan struktur tanah yang kurang baik.


Akibatnya produksi padi cenderung turun dan kebutuhan pupuk terus meningkat. Solusi mengatasi permasalah ini adalah dengan menambahkan bahan organik/kompos ke lahan-lahan sawah. Kompos harus ditambahkan dalam jumlah yang cukup hingga kandungan bahan organik kembali ideal seperti semula.


Artikel Terkait : Cara Membuat Arang Sekam Yang Baik Untuk Hidroponik Dan Pupuk


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Bokashi Cair – Padat, Cara Membuat, Pengertian Dan Manfaaatnya semoga bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id