Ikan Hias Discus

Diposting pada

Ikan Hias Discus

Perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. Dunia perikanan saat ini sedang berkembang pesat. Salah satu contoh berkembangnya adalah banyaknya pembudidaya ikan konsumsi maupun ikan hias.

Pada saat ini peminat ikan hias terus bertambah dan semakin menyebar keseluruh lapisan masyarakat. Meskipun kemampuan daya belinya bervariasi, masyarakat perkotaan di Indonesia melengkapi rumahnya dengan akuarium-akuarium yang di isi beragam ikan hias salah satunya ikan discus. Ikan discus (Symphysodondiscus) ini memiliki habitataslidi Rio Negro danperairantenangIkanini pun terkenalsebagai “King of Aquarium” (Aswar, 2012).

Ikan-Hias-Discus


Asal-usul Ikan Discus

Pertama kali diidentifikasi pada tahun 1840, oleh seorang Ichtyologist (ahli ilmu tentang ikan) berkebangsaan Australia bernama Dr. Johann Jacob Heckel, discus baru dikenal masyarakat luas pada tahun 1930 dengan nama dagang pompadour fish. Diawal kemunculannya, ada empat strain asli yang dikenal. Pertama heckel discus, brown discus, green discus dan blue striated discus. Dari keempat strain asli inilah kemudian dihasilkan ratusan strain baru dengan warna dan corak tubuh yang lebih indah (Redaksi AgroMedia, 2008).

Ikan discus merupkan ikan air tawar paling cantik yang menarik banyak orang untuk memeliharanya. Selain bentuk, warna dam coraknya yang menarik, harganya yang mahal pun menjadi salah satu daya tarik untuk pemeliharaannya. Anakan yang panjangnya 7 cm berkisar antara US $ 50-80 (Tim Puspa Swara, 2015)


Klasifikasi dan Morfologi Ikan Discus

Gambar 1. Ikan Discus (Symphysodon discus) (Lesmana, 2015).

  • Klasifikasi

Adapun klasifikasi dari ikan discus adalah sebagai berikut (http://zipcodezoo.com) :

Kingdom : Animalia
Superphylum : Deuterostomia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Gnathostomata
Class : Actinoperygii
Subclass : Neopterygii
Infraclass : Teleotei
Superorder : Acanthopterygii
Order : Perciformes
Suborder : Labroidei
Family : Cichlidae
Genus : Symphysodon
Spesies : Symphysodon discus


  • Morfologi Ikan Discus

Ikan discus ini dijuluki sebagai “The King of Aquarium” karena sangan cantik dan anggun. Bentuk badannya seperti cakram dengan sirip punggung melebar dihampir seluruh punggungnya. Mulutnya kecil. Sirip ekornya seperti kipas dengan sirip perut memanjang seperti dasi/benang. Varietasnya cukup banyak dan telah banyak disilangkan baik antarspesies maupun dengan spesies lain (Lesmana, 2015).


Ikan diskus mempunyai bentuk tubuh yang menyerupai lempengan (disc) yang berdiri tegak. Antara ikan diskus jantan dan ikan diskus betina mempunyai bentuk tubuh yang sedikit berbeda. Ikan diskus jantan memiliki ciri-ciri ujung sirip punggung dan sirip anal lancip, ovipositor (alat untuk menempelkan telurnya) sedikit menonjol dan alat kelaminnya berbentuk lonjong atau elips. Ikan diskus betina memiliki ciri-ciri ujung sirip punggung dan sirip anal membulat, ovipositor lebih menonjol dan alat kelaminnya membulat (Anonim, 2015).


Jenis-jenis Ikan Discus

Berdasarkan strain serta warna dan corak tubuhnya, secara umum ikan discus dibagi menjadi lima kelompok yaitu (Redaksi AgroMedia, 2008) :

  • Wild Form

Kelompok wild form merupakan jenis ikan discus strain awal, baik hasil tangkapan alam maupun yang sudah diternakkan. Contoh jenisnya antara lain heckle discus, green discus, blue striated discus, dan brown discus.

  • Stripped Form

Ikan discus yang termasuk kelompok ini adalah discus yang memiliki corak garis di tubuhnya. Secara garis besar kelompok ikan discus stripped form dibagi menjadi dua jenis sebagai berikut.

  • Thick Lines

Ikan discus jenis ini memiliki garis tebal. Contoh jenisnya antara lain discus turquoise, red pear, checkerboard, red royal blue, bleeding heart, red scribble dan red eagle.

  • Fine Lines

Jenis ini merupakan jenis ikan discus yang memiliki corak garis tipis. Kelompok ini didominasi oleh jenis-jenis snackskin dan beberapa turunannya, seperti red based snackeskin, red scribble snackeskin, pigeon snackeskin dan blue scorpion snackeskin.

  • Spotted Form

Ciri dari kelompok ikan discus ini memiliki titik-titik merah di butuhnya. Contoh jenisnya antara lain leopardskin, leopard snackeskin, red spot green dan red spot snacke.

  • Solid Form

Kelompok ikan discus ini memiliki warna tunggal yang merata di tubuhnya. Contoh jenisnya antara lain blue diamond, solid blue, solid red, virgin red, red rose, red sun, golden, dan red melon.

  • Hybrid

Kelompok hybrid adalah jenis ikan discus yang belum memiliki standardisasi corak dan warna dari seluruh kelompok yang ada. Sebagian orang berpendapat, bahwa ikan discus yang termasuk dalam kelompok ini adalah ikan discus yang dihasilkan dari hasil mutasi. Contoh jenisnya antara lain pigeon blood, ghost discus, white pigeon, snow white, dan white diamond.


Cara Memelihara dan Merawat Ikan Discus

Memelihara ikan discus di dalam rumah tidak lagi menjadi hal yang sulit dan sangat merepotkan, karena sakarang sudah banyak teknologi pendukung untuk perawatan ikan discus.


  •  Persiapan Akuarium

Idealnya, di dalam satu akuarium berukuran 100 x 50 cm dengan tinggi 50 cm dimasukkan sebanyak 10-15 ekor ikan discus berdiameter 10 cm. Akuarium ikan discus tidak harus diletakkan di tempat yang tenang. Pendapat yang menyatakan bahwa ikan discus akan stres jika akuariumnya diletakkan di tempat yang ramai tidak sepenuhnya benar. Ikan discus stres kemungkinan disebabkan oleh air yang kotor, bukan karena peletakan akuarium yang salah. Karena itu, akuarium yang digunakan untuk memelihara ikan discus juga harus dilengkapi dengan sarana pendukung seperti aerator, power head, dan filter (Redaksi AgroMedia, 2008).

  • Kualitas Air

Kualitas air sngat mempengaruhi keberhasilan pemijahan ikan diskus. Parameter kualitas air untuk pemijahan diskus antara lain pH antara 6,3 – 6,8 ; kesadahan air antara 1 – 3odH ; suhu air antara 28 – 30oC ; bebas dari klorin dan logam berat ; terkena cahaya cukup baik tetapi tidak terkena cahaya mataahaari secara langsung. Pada dasarnya, air tanah sangat baik digunakan untuk pemijahan ikan karena banyak mengandung mineral. Akan tetapi, tidak semua jenis air tanah layak digunakan. Air tanah sebaiknya digunakan setelah diendapkan selam 24 jam dengan diberi aerasi (Anonim, 2015).

  • Pemberian Pakan

Ikan discus merupakan ikan pemakan segala. Di habitat aslinya, ikan ini memakan apa saja pakan yang ada di sekitar lokasi hidupnya, dari cacing, larva serangga, organisme renik, hingga tumbuhan air. Untuk ikan discsu yang dipelihara di rumah, pakan yang dapat diberikan adalah pakan alami, burger dan pelet (Redaksi AgroMedia, 2008).

Paka lami yang bisa diberikan untuk ikan discus adalah jentik nyamuk (cuk), cacing sutra, kutu air dan cacing darah. Paka alami ini lebih utamanya diberikan kepada ikan discus yang masih berukuran kecil. Saat sudah berusia sekitar dua bulan, ikan discus diberi pakan berupa burger khusus ikan discus. Pemberian burger dilakukan dua kali sehari, pagi dan malam hari. Siang harinya ikan discus dapat diberi makan pelet sebagai pakan cemilan (Redaksi AgroMedia, 2008).


Bahan yan digunakan untuk membuat burger ini berup jantung sapi, daging ikan, udang, kerang laut, daging kepiting, atau rajungan sebagi sumber protein dan lemak (60%). Bahan lainnya berupa berupa sayuran seperti wortel, bayam atau tauge sebagai sumber karbohidrat dan serat (35%). Kedua bahan tersebut digiling halus, lalu ditambahkan vitamin dan mineral untuk memperkaya kandungan gizinya (5%). Agar merekat, adonan tersebut kemudian ditambahkan agar-agar (Redaksi
AgroMedia, 2008).


Penyakit Pada Ikan Discus dan Cara Pengendaliannya

Ikan diskus juga dapat terserang penyakit karena kualitas air yang buruk atau pakan yang membawa penyakit. Berdasarkan penyebabnya, penyakit yang menyerang diskus dibagi menjadi 2 macam, yaitu penyakit parasite dan non parasite (Anonim, 2015).

  • Penyakit Parasiter

Penyakit parasiter adalah penyakit yang timbul karena parasit. Contoh penyakit ini adalah :

  • Gill Worm atau penyakit insang

Penyakit insang ini menyerang pada bagian insang ikan, esehingga mengakibatkan ikan tidak bisa bernafas atau mengap-mengap. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit insang adalah dengan menggunakan larutan formalin 35-40%, garam dapur (NaCI), atau PK ( Kalium permanganat).

  • NDD (New Diskus Disease)

Penyakit NDD juga dikenal dengan nama discus plague atau velvet. Penyakit ini disebabkan oleh komplikasi beberapa bakteri dan virus. Penyebab penyakit NDD akan menembus lendir pertahanan diskus kemudian mengambil sari makanan dari sel-sel kulit yang rusak dan mengambil cairan tubuh. Akibatnya diskus menjadi lemas dan kemudian mati. Penyakit ini dapat diobati dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Menggunakan larutan PK dengan dosis 0,6 g per 100 liter air
  2. Kombinasi 1,5-2 g chloramfenicol (antibiotik), 0,2-0,3acriflavine (antiprotozoa), dan 3-4 sendok makan garam dapur.
  3. Kombinasi 2 g oxytetracyclin, 0,2-0,3 g acriflavine, dan 3-4 sendok makan garam dapur,
  4. Kombinasi 4 g neomycin sulphate, 250 mg nitrofuratoin atau makrofuran, dan 3-4 sendok makan garam dapur.
  5. Kombinasi 1 g ciprofloxacin, 11 tete copperformalin (antiprotozoa), dan 3-4 sendok makan garam dapur.
  •  White Spot

White spot merupakan penyakit yang dialami hampir semua jenis ikan. Penyakit white spot ditandai oleh munculnya bintik putih pada ekor, sirip, permukaan tubuh, mata, atau insang. White spot dapat menyerang diskus karena kualitas air yang jelek. Cara menangani penyakit ini dapat dilakukan dengan mengganti air setiap hari dan menaikkan suhu air hingga 33oC, atau dengan menggunkan 0,3 gacriflavine untuk setiap 100 liter air atau blitz ich sesuai takaran yang tertera.


  • Penyakit Nonparasiter

Penyakit nonparasiter adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh parasit, misalnya karena kekurangan oksigen, terlalu banyak makan, masalah nutrisi, keracunan obat, atau perubahan pH. Berikut ini adalah beberapa penyakit nonparasiter yang biasa menyerang diskus.

  • Iritasi Air

Pergantian air yang mendadak dapat menyebabkna iritasi air. Penyakit ini ditandai oleh rusaknya ujung sirip atau ekor. Untuk mengatasi penyakit ini sebaiknya penggantian air akuarium dilakukan secara perlahan, yaitu dengan mengganti ¾ air lama dengan air baru.

  • Keracunan Obat

Keracunan obat terjadi karena pemberian obat yang melebihi dosis atau obat yang sudah kadaluarsa. Akibatnya penyakit yang diderita diskus semakin parah. Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya pemberian obat sesuai dosis yang dianjurkan.

  • Kekurangan Oksigen

Sistem aerasi yang tidak memadai serta populasi ikan yang terlalu padat dapat menyebabkan ikan mengalami kekurangan oksigen. Cirinya adalah pernapasan ikan menjadi memburu dan mengap-mengap. Penanggulangannya adalah mengganti sistem aerasi atau mengurangi kepadatan ikan.

  • Terlalu Banyak Makan

Ikan diskus yang terlalu banak makan akan menyebabkan perutnya menggelembung dan susah buang air. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan menaikkan suhu air hingga mencapai 33oC atau dengan menambahkan 5 sendok makan garam untuk setiap 100 liter air.

  • pH Shock

Perubahan derajat keasaman atau pH air dapat menimbulkan pH shock akibatnya ikan diskus kehilangan keseimbangan. Cara mengatasi pH shock adalah dengan mengganti air akuarium dengan air yang pH –nya sesuai (6,3-6,8), kemudian diberi 5 sendok makan garam dapur dan 1 g acriflavine atau methylene blue untuk setiap 100 liter air.


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Ikan Hias Discus : Jenis, Merawat, Memelihara, Penyakit semoga bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id