Budidaya Ikan Tuna Tahapan Mudah Lengkap Untuk Anda

Budidaya Ikan Tuna – Tuna sirip kuning (Yellowfin Tuna) memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Untuk itu pemerintah mengembangkan budidaya tuna sirip kuning yang populasinya mulai menurun. Memang produk ikan ini cukup diminati masyarakat.

Budidaya Ikan Tuna

Perairan Indonesia, yang diapit oleh samudra Pasifik dan Hindia, merupakan kumpulan terbesar berbagai spesies tuna (Thunnus sp.). Namun, permintaan yang tinggi menyebabkan eksploitasi besar-besaran, sehingga populasinya terus menurun selama 10 tahun terakhir.

Sebagai salah satu jenis ikan laut yang paling digemari, tuna memiliki bentuk tubuh yang agak besar dengan cita rasa yang khas dan nikmat. Banyak orang kemudian mengidolakan sisi tuna yang dimasak untuk makanan mereka. Karena banyak peminatnya, banyak orang melirik prospek budidaya ikan tuna.

Jenis Ikan Tuna

Ikan Tuuna (Cakalang)

Skipjack sering disebut sebagai udang. Hingga saat ini, tuna jenis ini termasuk dalam salah satu kisaran ikan paling populer di dunia.

Cakalang umumnya dapat hidup hingga 12 tahun di alam liar dengan penyebarannya di seluruh belahan dunia.

Yellowfin Tuna (Tuna sirip kuning)

Ciri utama dari jenis ini adalah siripnya yang berwarna kuning dan selalu hidup berkelompok. Sirip ikan ini terbentang dari bagian depan ikan hingga bagian belakang ikan.

Konon, tuna sirip kuning bisa tumbuh hingga 7 kaki dan berat 230 pon.

Tuna Albacore

Dibandingkan dengan tuna sirip kuning, tuna albacore tidak terlalu besar dalam ukuran tubuh. Ikan jenis ini hanya bisa tumbuh hingga 4 kaki dan beratnya hanya 36 kg.

Secara umum, albacore dapat dengan mudah ditemukan di perairan Galapagos, Afrika Timur, dan Indonesia. Adapun ciri khas dari albacore sendiri adalah memiliki tubuh berwarna biru cerah dan adanya sirip pada bagian dadanya.

Togo Tuna

Ikan tuna jenis ini sering dijadikan makanan kaleng, selain memiliki tubuh yang kecil, ikan tuna juga cukup rendah kandungan merkurinya.

Tahapan budidaya ikan tuna

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam proses budidaya tuna adalah menentukan metode dan juga sarana yang akan digunakan setelahnya.

Media tambak yang paling banyak digunakan dalam budidaya ikan tuna adalah keramba jaring apung, yaitu wadah jaring berbentuk kolam yang dipasang di dasar kolam dan diletakkan beberapa meter dari bibir pantai.

Namun, kolam resirkulasi juga bisa dijadikan pilihan alternatif untuk pemeliharaan ikan ini. Kolam renang yang menerapkan sistem resirkulasi tertutup akan menyulitkan tuna saat hendak beranjak dari tempat perlindungan. 

Cara budidaya tidak akan mencemari lingkungan sekitar timah. Namun, ada satu kendala yang perlu diperhatikan dari penerapan sistem resirkulasi ini. Hal ini dikarenakan kebutuhan listrik dan biaya perawatan yang cukup mahal. 

Media Budidaya Ikan Tuna

Kolam tuna memiliki dimensi 20cm x 15cm x 15cm. Wadah ini harus ditempatkan di tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari langsung. Pastikan juga Anda menjaga suhu di kolam tidak terlalu dingin atau terlalu panas.

Pembenihan

Mengumpulkan benih adalah langkah selanjutnya dalam budidaya tuna. Pada prinsipnya bibit ikan ini dapat diperoleh dari ikan hasil tangkapan alam, kemudian dibudidayakan di tambak dengan tujuan untuk meningkatkan kandungan lemak pada tubuh ikan tongkol. Sehingga rasanya akan lebih nikmat.

Makanan Tuna Anakan

Pemberian pakan yang bernutrisi dalam budidaya ikan merupakan poin penting yang tidak boleh diabaikan. Ini akan menyebabkan ikan tumbuh dengan baik, baik penampilan maupun ukurannya. Pembudidaya ikan dapat membeli pakan ikan dari penjual ikan terdekat.

Atau Anda juga bisa mencarinya sendiri dengan cara menangkap kutu air di selokan. Selain itu, pemberian cacing dan larva dapat dijadikan pakan alternatif bagi tuna domestik. Pilih air yang tepat.

Jangan sembarangan memilih air yang akan digunakan untuk mengisi kolam. Hal ini karena penempatan air yang salah kemungkinan besar akan menyebabkan ikan mati nantinya. Tuna umumnya bercampur dengan baik dengan air sumur.

Karena jenis dan kandungannya mirip dengan air rawa yang merupakan habitat aslinya. Namun, jika ini sulit didapat, menggunakan air tanah atau air WFP bukanlah masalah besar.

Perawatan Budidaya Ikan Tuna Dewasa

Dalam budidaya tuna, pengetahuan tentang teknik budidaya dasar jelas diperlukan. Kesalahan pemeliharaan dapat berdampak fatal. Akibatnya tidak hanya bibit yang mati atau ikan yang tidak tumbuh dengan baik, tetapi juga kerugian finansial yang sangat besar. Untuk menghindarinya, perhatikan tips merawat tuna dewasa berikut ini.

Pakan Budidaya Tuna Dewasa

Yang terbaik adalah memberi makan ikan dua kali sehari selama masa pemeliharaan. Jenis makanan yang diberikan juga harus alami, seperti cacing beku atau kutu air. Lakukan pemberian makan pada pagi dan sore hari. Ingat, jangan memberinya makan terlalu banyak.

Karena takut makanannya sisa, ia mengendap di dasar kolam dan kemudian membusuk. Jika ini terjadi, kualitas air jelas akan tercemar. Dan ikan tersebut akan tertular penyakit tersebut hingga mati. manajemen penyakit

Pembudidaya ikan dapat memasukkan tuna yang teridentifikasi membawa penyakit ke dalam air berisi garam dengan takaran 2-3 sendok makan garam per galon air. Jangan biarkan ikan terlalu lama di dalam air, takut penyakit ikan semakin parah dan mati. Biarkan selama beberapa detik untuk penyakit bercak putih.

Tuna dengan sirip yang terkulai juga bisa digolongkan sebagai penyakit. Untuk mengatasinya, gunakan obat antibakteri hingga 0,3-0,5 ml dalam 4 liter air. Kemudian masukkan ikan ke dalamnya dan biarkan selama 5-10 menit. 

Perawatan Kolam Budidaya Ikan Tuna

Pada dasarnya tuna akan senang jika berada di tempat yang besar. Ini karena gerakan mereka menjadi lebih fleksibel. 

Namun jika kolam untuk budidaya ikan tidak memungkinkan, pembudidaya bisa menggantinya dengan botol kaca berukuran besar. 

Pembudidaya harus mengganti air tambak minimal 2 sampai 3 minggu. Kolam ini dapat dibersihkan dengan air bersih kemudian dijemur. Perlu diperhatikan bahwa dalam proses pembersihan kolam ini, usahakan untuk tidak menggunakan sabun atau pembersih keras lainnya. 

Panen tuna

Untuk yang terakhir dalam teknik budidaya berikut saat memanen ikan tuna. Saat panen ikan tuna, disarankan untuk langsung ke keramba jaring apung bersama operator.

Kemudian menurunkan ikan tuna yang ditangkap dengan perahu kecil yang telah disiapkan sebelumnya untuk menampung ikan tuna yang akan ditangkap.

Lakukan hal ini hingga tuna yang tersisa di dalam keramba tinggal sedikit dan sulit ditangkap.