Budidaya Tanaman Temulawak Lengkap Dengan Manfaatnya Untuk Kesehatan

Budidaya Tanaman Temulawak – Temulawak merupakan tanaman obat berupa semak berbatang semu. Di Jawa Barat, temulawak dikenal dengan nama koneng gede, sedangkan di Madura dikenal dengan nama temu lobak. Di Indonesia bagian yang dimanfaatkan hanya rimpang temulawak untuk membuat jamu godog.

Budidaya Tanaman Temulawak

Aroma rimpang ini cukup kuat, rasanya pahit dan sedikit pedas. Rimpang ini mengandung pati 48-59,64%, kurkumin 1,6-2,2% dan minyak atsiri 1,48-1,63% dan dipercaya dapat memperbaiki fungsi ginjal. Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, penambah nafsu makan, anti kolesterol, anemia, antioksidan, pencegah kanker dan antimikroba. Selain itu, temulawak berkhasiat memperlancar keluarnya air susu ibu (ASI), antiradang, mempercepat keluarnya empedu di usus (kolagog) dan peluruh kencing (diuretik), meredakan perut kembung akibat gangguan metabolisme lemak dan menurunkan darah. kadar kolesterol.

Ciri Tanaman Temulawak

Tumbuhan perdu dengan batang semu lebih dari 1 m tetapi kurang dari 2 m, berwarna hijau atau coklat tua. Akar rimpang berbentuk sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau tua.

Setiap batang memiliki 2-9 daun bulat yang melebar hingga berbentuk tombak, warna daunnya hijau atau coklat keunguan, dari terang ke gelap.

Panjang daun 31 – 84 cm dan lebar 10 – 18 cm, panjang tangkai daun termasuk helai 43 – 80 cm. Kelopaknya berbulu putih, panjang 8 – 13 mm, mahkota bunga berbentuk tabung dengan panjang total 4,5 cm.

Kandungan Zat Temu Lawak

Temulawak yang memiliki nama latin Curcuma xanthorrhiza ini mengandung beberapa senyawa kimia yang terdapat pada rimpangnya antara lain berupa fellandrea dan turmerol atau yang sering disebut minyak atsiri. Kemudian minyak atsiri, kapur barus, glikosida, karbinol foluymetik dan kurkuminoid.

Kurkuminoid terdiri dari kurkumin dan desmetoksikurkumin yang bermanfaat untuk menetralkan racun, meredakan nyeri sendi, meningkatkan sekresi empedu, menurunkan kadar kolesterol darah dan trigliserida, bersifat antibakteri, mencegah sel lemak hati, dan antioksidan. untuk minyak atsiri memiliki khasiat untuk memacu produksi empedu dan menahan pembengkakan jaringan.

Manfaat Tanaman Temulawak

Mengatasi gangguan pencernaan

Berbagai masalah kesehatan pada saluran pencernaan seperti perut kembung, dispepsia dan gangguan pencernaan dapat diatasi dengan jahe. Pada tahun 2006, Clinical Gastroenterology and Hepatology menyatakan bahwa pasien yang terdapat gangguan kesehatan ulcerative colitis penyakitnya semakin membaik dengan mengkonsumsi temulawak yang teratur.

Mengatasi osteoarthritis

Manfaat kesehatan yang berikutnya ini sudah dikenal di India mulai ribuan tahun yang silam. Temulawak atau biasa dikenal dengan kunyit memiliki kemampuan untuk meredakan peradangan, seperti osteoarthritis.

Mengatasi kanker

Temulawak juga ampuh untuk mengobati kanker, seperti kanker payudara, usus besar, dan prostat. Dari jurnal ilmiah “The Prostate” diketahui bahwa kandungan kurkumin pada temulawak dapat menghambat pertumbuhan kanker prostat. Pusat Medis Universitas Maryland menjelaskan hal ini dengan berhipotesis bahwa kunyit bekerja untuk menghentikan pembuluh darah yang memberi makan pertumbuhan kanker.

Budidaya Tanaman Temulawak Lengkap

Secara alami, Temulawak tumbuh dengan baik di tempat teduh dan terlindung dari panas matahari. Secara alami ia menginformasikan bahwa kelompok tanaman ini tumbuh subur di bawah naungan pohon atau jati. Namun, temulawak juga bisa dengan mudah ditemukan di tempat panas seperti daratan. Secara umum tumbuhan ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi iklim di iklim tropis.

Perbanyakan tanaman Teulawak dilakukan dengan menggunakan rimpang berupa rimpang induk (main rhizome) atau anakan (rhizomi branch). Kebutuhan rimpang utama 1.500-2.000 kg/ha dan rimpang cabang 500-700 kg/ha.

Persyaratan benih

Rimpang untuk bibit diambil dari tanaman tua yang sehat berumur 10 sampai 12 bulan.

Persiapan benih

Tanaman induk dibongkar dan dibersihkan dari akar dan tanah yang menempel pada rimpang. Pisahkan rimpang induk dari rimpang anak.

Bibit rimpang induk

Rimpang utama dibagi menjadi empat bagian berisi 2-3 mata tunas dan dijemur selama 3-4 jam selama 4-6 hari berturut-turut. Selanjutnya rimpang dapat langsung ditanam.

Bibit Rimpang muda

Simpan rimpang muda yang baru dipetik di tempat yang lembab dan gelap selama 1-2 bulan sampai muncul tunas baru. Penyiapan benih juga dapat dilakukan dengan cara mengubur rimpang di dalam tanah di tempat yang teduh, menyiramnya dengan air bersih setiap pagi/sore sampai kecambah bertunas. Rimpang yang sudah keluar buah yang sudah berbonggol 2-3 siap ditanam. Bibit yang berasal dari rimpang utama lebih baik daripada anakan. Bibit sebaiknya disiapkan sesaat sebelum ditanam agar kualitas bibit tidak berkurang akibat penyimpanan.

Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Temulawak

Tempat penanaman bisa kering, perkebunan atau teras. Persiapan tanah untuk kebun temulawak sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.

Pembukaan lahan

Tanah dibersihkan dari tanaman lain dan gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan kunyit. Tanah digali hingga kedalaman 30 cm hingga tanah mengendur.

Pembentukan bedengan

Tanah dibuat bedengan dengan lebar 120-200 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm. Selain berupa bedengan, lahan juga dapat dibentuk menjadi petak-petak yang agak luas yang dikelilingi parit-parit untuk pengambilan air dan drainase, apalagi jika temulawak akan ditanam pada musim hujan.

Pemupukan Organik (sebelum tanam)

Pupuk kandang yang telah matang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 1-2 kg. Kebutuhan pupuk untuk satu hektar kebun adalah 20-25 kwintal karena dalam satu hektar lahan terdapat 20.000-25.000 tanaman.

Penentuan model tanaman

Penanaman dilakukan dengan metode monokultur dan paling baik pada awal musim penghujan,terkecuali didaerah dengan pengairan 24 jam. Tahap awal pertumbuhan adalah saat tanaman membutuhkan banyak air.

Buat lubang untuk menanam

Lubang tanam dibuat di petak/tanah dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antar lubang 60 x 60 cm.

Cara Budidaya Tanaman Temulawak

Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan posisi semburan. Selanjutnya benih dibenamkan ke dalam tanah sedalam 10 cm.

Masa tanam Temulawak

Masa tanam Teulawak adalah awal musim hujan untuk musim kemarau selanjutnya. Penanaman pada awal musim hujan memungkinkan tersedianya air yang cukup bagi tanaman muda yang sangat membutuhkan air pada awal pertumbuhannya.

Pemeliharaan tanaman

Sulam

Tanaman yang rusak/mati diganti dengan benih sehat yang merupakan benih cadangan.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan pada pagi/sore hari yang tumbuh di bedengan atau petak untuk menghindari persaingan makanan dan air. Penyiangan 1 dan 2 dilakukan 2 dan 4 bulan setelah tanam bersamaan dengan pemupukan. Selain itu, penyiangan dilakukan segera saat gulma tumbuh. Untuk menghindari kerusakan akar, gulma dihilangkan dengan hati-hati dengan bantuan cangkul.

Pemupukan Budidaya Tanaman Temulawak

Pemupukan organik

Pada pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia, termasuk pupuk dan obat-obatan buatan, pemupukan organik yaitu menggunakan kompos atau pupuk organik lebih sering dilakukan dibandingkan dengan menggunakan pupuk buatan.

Pemberian pupuk organik dilakukan pada awal penaburan dengan membuat timbunan sebagai pupuk dasar sebanyak 60-80 kwintal per hektar yang ditebar dan dicampur dengan tanah yang telah digarap. Untuk menghemat penggunaan kompos juga dapat dilakukan dengan mengisi setiap lubang tanam pada awal penanaman hingga 0,5 – 1 kg per tanaman. Pengenalan pupuk selanjutnya dilakukan pada umur 2-3 bulan, 4-6 bulan dan 8-10 bulan. Dosis pupuk untuk sisipan adalah 2-3 kg per tanaman. Aplikasi kompos dilakukan setelah penyiangan bersamaan dengan penimbunan.

Pemupukan konvensional:

Pemupukan awal

Pupuk dasar yang diberikan pada tanaman adalah SP-36 sampai dengan 100 kg/ha, yang ditabur dalam matriks sedalam 5 cm di antara barisan tanaman atau ditempatkan dalam lubang sedalam 5 cm dengan jarak 10 cm dari tanaman baru. . Jalan atau lubang kotoran kemudian ditutup dengan tanah. Sesaat setelah pemupukan tanaman langsung disiram untuk mencegah kekeringan tuna.

Pemupukan Susulan

Pada waktu berumur dua bulan, tanaman dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 0,5 kg/tanaman (10-12,5 ton/ha), 95 kg/ha urea dan 85 kg/ha KCl. Pupuk diberikan kembali pada umur tanaman mencapai empat bulan berupa urea dan KCl dengan dosis masing-masing 40 kg/ha. Pemupukan dilakukan dengan cara ditaburkan secara merata pada matrik dengan jarak 20 cm dari pangkal batang tanaman kemudian ditutup dengan tanah.

Panen

Ciri dan Umur Panen Rimpang dipanen dari tanaman yang berumur 9-10 bulan. Tanaman yang siap panen memiliki daun-daun dan bagian tanaman yang telah menguning dan mengering, memiliki rimpang besar dan berwarna kuning kecoklatan.

Cara Panen Tanah disekitar rumpun digali dan rumpun diangkat bersama akar dan rimpangnya. periode panen

Pemanenan dilakukan pada akhir masa pertumbuhan tanaman, yaitu pada musim kemarau. Saat pemanenan biasanya ditandai dengan mengeringnya tanah lapisan atas. Namun, jika Anda tidak bisa memanennya pada musim kemarau tahun pertama, Anda harus memanennya pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan kerusakan pada rimpang dan menurunkan kualitas rimpang karena rendahnya bahan aktif akibat kandungan air yang lebih tinggi.