Cara Bertani Lada

Diposting pada

Cara Bertani Lada – Indonesia sebagai negara agraris mempunyai sektor pertanian yang sangat strategis. Jumlah produk pertanian yang ditanam memiliki nilai jual tinggi dan karenanya merupakan salah satu pemasok keuangan negara.

Salah satu komuditas yang memiliki dampak besar pada perekonomian adalah rempah-rempah. Negara indonesia telah dikenal karena kekayaan rempah-rempahnya sejak masa kolonial sehingga komoditas rempah ini mempunyai prospek dipasar dunia.

Salah satu tanaman rempah permintaan tinggi adalah lada. Permintaan pasar dunia akan rempah terutama lada cukup tinggi, oleh karena itu peningkatan produktivitas, produksi dan kualitas sangat penting.

Cara Bertani Lada

cara bertani lada
cara bertani lada

Syarat Tumbuh

  1. Memiliki lahan terbuka dengan penyinaran penuh dan curah hujan 2000 sampai 3000 mm/tahun.
  2. Kelembaban udara sekitar 60 sampai 80 % dan iklim dengan suhu sekitar 22 sampai 32 derajat celcius.
  3. Hindari daerah dengan tiupan angin kencang.
  4. Tanah yang baik untuk pertumbuhan lada adalah lateritic, podsolic, utisol dan latosol.
  5. Tanah harus subur, gembur berhumus dan memiliki unsur hara yang cukup.
  6. Keasaman tanah yang baik adalah dengan pH antara 5.5 samapi 7.5
  7. Baik ditanaman pada ketinggian antara 300 sampai 1.200 meter diatas permukaan laut.

Pemilihan bibit Lada

Tanaman lada bisa diperbanyak baik secara vegetatif maupun Gegeratif. Sebagian besar tanaman lada diperbanyak secara vegetatif dengan stek dari tanaman sulur panjat yang tumbuh ke atas dan menempel pada pohon panjat. Benih stek yang digunakan mempunyai ukuran minimal 7 ruas batang.

Pada pembibitan tanaman lada ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu pembibitan harus berasal dari pohon induk yang dalam kondisi baik dan bebas dari hama dan penyakit tanaman. Hal ini karena kondisi sumber benih secara langsung mempengaruhi hasil benih lada.

Jadi varietas benih harus dijamin murni dan pembibitan harus berasal dari kebun produksi mulai dari 10 bulan hingga 3 tahun. Dengan mempertimbangkan hal ini, diharapkan akan dihasilkan benih lada yang baik dan berkualitas tinggi sehingga produksi lada juga bisa optimal.

Pengolahan Lahan Tanam

Lahan budidaya lada harus memiliki beberapa kriteria yang sesuai dengan karakter tanaman lada, untuk mendapatkan korespondensi yang mengarah pada pertumbuhan tanaman yang baik. Tanah yang digunakan sebagai media tumbuh adalah media yang tidak terlalu kering dan tidak tergenang jenis tanah lateric, podsolic, ultisol dan latosol yang memiliki kandungan humus yang cukup dengan pH yang tidak terlalu asam.

Selama pengolahan lahan, media penyemaian kemudian dapat diolah dengan terlebih dahulu menggali tanah hingga kedalaman sekitar 25-35 cm. Kemudian kapur pertanian ditaburkan di tanah dan kemudian dibiarkan beristirahat selama 2-3 minggu. Kemudian lahan dicangkul kembali sehingga lahan tetap menjadi gembur.

Penanaman Lada

Lada ditanam dengan membuat lubang berbentuk piramida berukuran 45 × 30 cm untuk bagian atas dan 45 × 20 cm untuk bagian bawah dengan kedalaman sekitar 55 cm. Lubang perkebunan kemudian dibiarkan beristirahat selama 12-16 hari dan kemudian ditanam.

Cara penanamannya dapat dilakukan dengan sistem monokultur pada jarak 3 × 3 meter. Waktu yang tepat untuk menanam tanaman lada adalah selama musim hujan atau selama transisi dari musim kemarau ke musim hujan.

Untuk penanaman bagian yang ditutupi dengan akar di tanah dan kemudian di belakang atau bagian yang tidak ditutupi dengan akar yang terangkat dapat diekspos. Kemudian tutupi lubang penaburan dengan tanah gali yang dicampur dengan pupuk dasar.

Perawatan dan Pemeliharaan

Pengikatan Sulur Panjat

Salah satu teknik pertumbuhan lada adalah mengikat tanaman sulur panjat yang dapat dilakukan dengan memanjat dan menempel pada tiang panjat dengan tali bengkok yang dapat dengan mudah dilepaskan ketika sulur tumbuh dan kehilangan akar melekat pada tiang panjat. Selain mengikat sulur, operasi penempaan juga dilakukan ketika batang, dahan dan ranting tidak produktif atau diserang oleh hama dan penyakit.

Pengairan atau Penyiraman

Penyiraman adalah bagian penting dari teknik penanaman lada. Tanaman membutuhkan air sebagai salah satu komponen utama untuk bertahan hidup dan menghasilkan pertumbuhan yang baik. Untuk menyiram tanaman lada, dilakukan sekali sehari di musim kemarau, di musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman di sekitar tanaman.

Pemupukan Susulan

Pemupukan dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil tinggi tanaman lada. Pasokan pupuk organik dan anorganik harus dilakukan dengan dosis yang benar. Jika Anda menggunakan pupuk dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan dengan masing-masing setengah dari dosis yang ditetapkan.

Tanaman lada diberikan pupuk dengan membuat lubang atau lubang kecil di sekitar pangkal batang pada jarak tertentu dari puncak pohon. Pupuk kemudian dicampur, ditempatkan di lubang dan ditutup kembali dengan tanah.

Pemasangan Ajir

Penggunaan ajir diperlukan sebagai sistem propagasi selain panjat panjat. AJir harus terbuat dari bahan kayu yang telah diasah di pangkal dan ujung cabang untuk menempatkan batang lada lebih panjang dari ketinggian tumpukan. Panjang ajir bisa antara 2,7 dan 3,2 meter.

Pemberian Mulsa

Mulsa sangat dianjurkan di musim kemarau. Mulsa yang digunakan bisa dalam bentuk mulsa plastik untuk beberapa jenis lada dan mulsa alami. Mulsa alami bisa dalam bentuk jerami dan dedaunan yang diberikan kepada tanaman yang berumur 3 hingga 5 bulan.

Mulsa tidak hanya mempertahankan kelembaban tanah, tetapi juga cocok sebagai pupuk organik dan dapat menekan pertumbuhan gulma.

Proses Panen

Panen lada ketika tanaman lada telah menumbuhkan buah dan buah lada yang dapat dipanen diamati dengan melihat warna lama dan mengubah warna menjadi merah matang. Panen kemudian dapat dilakukan sebelum lada atau buah pedas jatuh ke tanah dan dimakan oleh binatang liar.

Setelah panen, dapat dijual atau dioolah dengan memisahkan kulit dari biji yang keras. Ketika kulit dipisahkan dari biji, keringkan sampai semuanya kering dan siap untuk dijual.

Demikianlah pembahasan tentang cara bertani lada semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya