Cara Bertani Padi

Diposting pada

Cara Bertani Padi – Dalam sejarah, Indonesia pernah menjadi salah satu negara penghasil padi terbesar di dunia. Tidak heran kalau nama panggilan itu terkait dengan Indonesia sebagai negara agraris.

Namun kenyataannya, masih ada banyak anak muda indonesia yang tidak tahu cara menanam padi dengan benar. Jika terus dibiarkan, apakah indonesia terus disebut sebagai salah satu negara penghasil beras terbesar di dunia?

Sekarang, jika kita melihat masalah-masalah ini, kita akan benar-benar memeriksa cara menanam padi sehingga hasil yang diperoleh berlimpah.

Cara Bertani Padi yang Baik dan Benar

cara bertani padi
cara bertani padi

Syarat Tumbuh

Tanaman padi dapat hidup dengan baik di daerah yang panas dan mengandung banyak air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi lebih dari 4 bulan jumlah curah hujan yang diinginkan per tahun adalah sekitar 1500 hingga 2000 mm. Temperatur yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 ° C. Tempat tinggi untuk tanaman padi dari 0-1500 m di atas permukaan laut.

Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang mengandung pasir, lempung dan debu dalam perbandingan tertentu dan membutuhkan air yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik di tanah dengan lapisan atas antara 18 dan 22 cm dan pH antara 4 dan 7.

Pemilihan benih

Memilih benih padi yang berkualitas baik tentu akan mempengaruhi hasil.

Anda dapat membeli benih padi di toko pertanian. Toko pertanian biasanya menjual benih padi berkualitas tinggi dan memiliki banyak jenis padi.

Setelah benih diperoleh, Anda dapat menggunakan tips berikut untuk mengetahui apakah benihnya benar-benar berkualitas atau tidak.

Caranya adalah:

  1. Rendam benih padi dalam air selama 2 jam.
  2. Kemudian letakkan benih padi yang sudah direndam di atas kain yang sebelumnya dilembabkan dan saksikan benih yang tumbuh / berkecambah dengan sukses.
  3. Jika benih berkecambah lebih dari 85% dari total benih padi basah, penandaan benih padi berkualitas tinggi untuk digunakan sebagai benih padi.

Penyemaian Benih

Jika Anda telah menerima benih / barang berkualitas tinggi, langkah selanjutnya adalah penyemaian benih padi.

Langkah-langkah untuk penyemaian benih padi dengan benar tercantum di bawah ini:

  1. Rendam benih padi selama 24 jam, lalu tiriskan dan biarkan benih padi bertahan selama dua hari sampai mereka berkecambah.
  2. Siapkan lahan untuk penyemaian benih padi, sekitar 500 meter persegi per hektar lahan subur. Cobalah untuk menjaga tanah dalam kondisi berair atau berlumpur untuk disemai.
  3. Kemudian berikan pupuk dengan ukuran 19 g urea dan 10 g TSP per meter persegi ke lahan persemaian.
  4. Sebarkan benih padi yang semula berkecambah di lahan persemaian yang sudah disiapkan. Lakukan penyebaran secara merata.

Persiapan Lahan Tanam

Langkah selanjutnya untuk menanam padi adalah menyiapkan lahan tanam. Lahan yang dimaksud yaitu lahan yang subur dan gembur. Lakukan pembersihan lahan tanam dari gulma yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Anda dapat membuang tanaman yang tercabut atau rumput atau membakarnya untuk dijadikan kompos nantinya.

Lakukan juga penggemburan tanah, Anda bisa membiarkan tanah mengalir dengan air. Sehingga nantinya akan lebih mudah membajak lahan. Anda dapat membajak tanah dengan traktor, kerbau atau tenaga sapi atau menggunakan tenaga manusia Anda sendiri dengan alat-alat seperti cangkul.

Langkah terakhir dalam pengolahan tanah adalah membanjiri area tanam dengan air pada ketinggian air sekitar 5-10 cm.

Anda dapat menyesuaikan ketinggian air dengan menutup atau membuka saluran irigasi

Kemudian Anda meninggalkan lahan itu selama 2 minggu sehingga tanah menjadi berlumpur dan racun yang terkandung dalam tanah dapat dinetralkan oleh air.

Proses Menanam Padi

Setelah proses penyemaian dan lahan tanam selesai, langkah selanjutnya adalah menanam atau memindahkan benih padi ke lahan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Proses penanamannya adalah sebagai berikut :

  1. Bibit yang siap ditanam idealnya berumur 14 hingga 16 hari. Biasanya memiliki ciri daun 3 hingga 4.
  2. Padi dapat ditanam menggunakan sistem tunggalyaitu hanya satu benih padi yang ditanam dalam lubang. Namun secara umum, dua benih padi dapat ditanam dengan sistem ganda yang terletak di lubang.
  3. Menanam benih padi harus dilakukan dalam kondisi di mana lahan tidak tergenang air.
  4. Secara umum, jarak antara tanaman padi adalah 28 × 28 cm dan kedalaman 1-16 cm. Namun, bisa disesuaikan bagaimana seharusnya ditanam agar tidak terlalu dalam, sehingga pertumbuhannya sempurna.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiraman

Lakukan penyiraman dengan rutin terutama pada awal masa tanam dan musim kemarau. Penyiraman sebaiknya dilakukan secukupnya saja dan tidak membuat lahan tanam tergenang.

Pemupukan

Pemupukan sangat diperlukan untuk menanam padi. berikan pupuk setelah 2 minggu setelah tanam. pemupukan dapat menggunakan TSP atau Urea. Pemupukan kedua dilakukan 30 -35 hari setelah tanam dan pemupukan ketika dilakukan 40 – 45 hari menggunakan pupuk Za.

Penyiangan

Penyiangan diperlukan agar tanaman padi tidak terganggu oleh gulma dan tanaman liar yang ada disekitarnya. Lakukan penyiangan 3 minggu setelah padi ditanam. Gulma dan tanaman liar yang tidak dibersihkan dapat merebut nutrisi didalam tanah.

Penanggulangan Hama dan Penyakit

Musuh utama para petani padi adalah hama dan penyakit. hama yang sering menyerang tanaman padi adalah tikus, jangkrik, welang, belalang dll.

Kalian dapat menanganinya dengan cara alami yaitu menggunakan predator seperti kucing dan burung hantu. Sedangkan ular dapat menjadi predator bagi hama tikus.

Tetapi jika hama dan penyakit masih tetap ada dan membandel sebaiknya semprotkan pestisida atau fungisida sesuai aturan pakai pada label kemasan yang tersedia.

Proses Panen Padi

Secara umum, Padi sudah dapat dipanen ketika sudah berumur 112 -116 hari setelah masa tanam dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Daun padi sudah berwarna kekuningan
  2. Batang padi yang sudah mulai merunduk, karena hal tersebut menandakan padi sudah berisi bulir beras.

Terdapat 2 cara dalam proses panen padi yaitu cara tradisional dan cara modern.

Cara tradisional biasanya panen dapat menggunakan sabit dan alat perontok padi yang terbuat dari kayu dan bambu.

Cara modern biasanya menggunakan mesin khusus untuk memanen padi agar proses panen menjadi singkat dan efisien.

Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai telat dalam hal memanen padi dengan ciri-ciri diatas tadi sebab jika panen telat maka batang padi akan roboh karena tidak kuat menahan beban dan biji padi menjadi mudah rontok.

Demikianlah pembahasan tentang cara bertani padi semoga dapat bermanfaat untuk anda.

Baca Juga Artikel Lainnya