Cara Stek Alpukat

Cara Stek Alpukat

Cara Stek Alpukat : Jarak Tanam, Pemupukan Agar Cepat Berbuah – Perkembangan pertanian kali ini sangat cepat dan pesat perkembangannya karena dipermudah dengan bantuan teknologi informasi utamanya dalam mempereroleh akses apapun yang diinginkan oleh siapapun tergantung dari setiap individu yang berkepentingan untuk mengembangkan apa saja yang diinginkannya.


Para penghobi dan pecinta tanaman buah kiranya tidak pernah kesulitan memperoleh informasi apapun yang diingikannya, kali ini saya mau berbagi kepada para penghobi dan pecinta tanaman dalam hal memperbanyak tanaman buah alpukat (Persea americana) secara mudah,murah dan menyenangkan karena pengerjaan yang sangat sederhana.


Sebenarnya ada banyak sekali cara memperbanyak tanaman namun kali ini saya hanya akan bahas terkait dengan cara stek saja khususnya tanaman buah Alpukat. Banyak orang mengira bahwa tanaman buah alpukat hanya dapat berkembang biak dengan biji, namun karena banyaknya permintaan akan bibit tanaman buah ini ,kemudian banyak orang mecoba mengembangkan melalui cara stek pucuk.


Keberhasilan dengan cara stek pucuk ditandai oleh terjadinya regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru. Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor intern yaitu dari tanaman itu sendiri dan ekstern yaitu dari lingkungan sekitar. Salah satu faktor intern yang mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk adalah fitohormon yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh. Faktor intern yang paling penting dalam mempengaruhi regenerasi akar dan pucuk pada stek adalah faktor genetik.


Jenis tanaman yang berbeda mempunyai regenerasi yang berbeda pula. Untuk menunjang keberhasilan perbanyakan tanaman dengan cara stek pucuk, tanaman sumber seharusnya memiliki sifat-sifat unggul serta tidak terkena hama dan penyakit. Selain itu, manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber juga penting dilakukan agar tingkat keberhasilan stek tinggi.


Artikel Lain : Cara Budidaya Buah Matoa Cepat Berbuah Dari (Biji & Cangkok)


Selain itu, manipulasi terhadap kondisi lingkungan dan status fisiologi tanaman sumber juga penting dilakukan agar tingkat keberhasilan stek menjadi lebih tinggi. Kondisi lingkungan dan status fisiologi yang penting bagi tanaman sumber diantaranya:


  • Status air

Stek lebih baik diambil pada pagi hari dimana bahan stek dalam keadaan turgid.

  • Temperatur

Tanaman stek lebih baik ditumbuhkan pada suhu 12°C hingga 27°C.

  • Cahaya

Durasi dan intensitas cahaya yang dibutuhkan tanaman sumber tergantung pada jenis tanaman, sehingga tanaman sumber seharusnya ditumbuhkan pada kondisi cahaya yang tepat.

  • Kandungan karbohidrat.

Untuk meningkatkan kandungan karbohidrat bahan stek yang masih ada pada tanaman sumber bisa dilakukan pengeratan untuk menghalangi translokasi karbohidrat. Pengeratan juga berfungsi menghalangi translokasi hormon dan substansi lain yang mungkin penting bagi pengakaran.

cara-stek-alpukat

Sehingga terjadi akumulasi zat-zat tersebut pada bahan stek. Karbohidrat digunakan dalam pengakaran untuk membangun kompleks makromolekul. Elemen struktural dan sebagai sumber energi. Walaupun kandungan karbohidrat dalam bahan stek tinggi, tetapi jika rasio C/N rendah maka inisiasi akar juga akan terhambat karena unsur N berkorelasi negatif dengan pengakaran stek (Hartmann et al., 1997).


Faktor lingkungan tumbuh stek pucuk yang cocok sangat berpengaruh pada terjadinya regenerasi akar dan pucuk. Lingkungan tumbuh atau media pengakaran seharusnya kondusif untuk regerasi akar yaitu cukup lembab, evapotranspirasi rendah, sistem drainase dan aerasi baik, suhu tidak terlalu dingin atau panas, tidak terkena cahaya penuh, dan bebas dari hama atau penyakit.


  • Menggunakan Hormon Tumbuh

Berdasarkan acuan diatas kali ini saya mencoba membuat stek pucuk tanaman dengan cara sederhana karena hanya menggunakan vitamin B1 yang saya beli seharga Rp.4000-an saya hanya butuh kurang lebih 4 – 5 butir yang saya larutkan dalam 200 ml air untuk 25 pucuk bahan stek kemudian saya tetesi desinfektan (bycl***) secukupnya untuk mencegah pembusukan dan rendam selama 8 jam dan coba bandingkan dengan hormon buatan pabrik…..berapa yang harus anda bayar…… dengan cara sederhana ini saya telah mencoba beberapa tanaman stek punya daya tumbuh hampir 80%…..menarik bukan? Setelah Cara Stek Alpukat berhasil baca juga CARA PEMUPUKAN ALPUKAT selamat mencoba dan tetap semangat salam sukses.


Artikel Lain : 8 Cara Cangkok Kelengkeng Agar Cepat Berbuah Dan Berakar


Jarak Tanam Alpukat

Pilihan jarak tanam alpukat alpukat alpukat bisa saja tidak baku, anda bisa saja menggunakan jarak yang lebih pendek 6 m x 6 m, sehingga stand per ha berisi 277 tanaman, atau menggunakan jarak tanam 8 m x 8 m, sehingga stand per ha berisi 156 tanaman. Pembarisan jarak tanam sangat bergantung pada kondisi kesuburan tanah, semakin subur semakin lebar jarak tanamnya begitu sebaliknya jadi tergantung kondisi kesuburan tanah bukan? Intinya pembarisan adalah kanopi daun tanaman setelah tumbuh besar tidak saling bertindih.


Dalam merancang sebuah kebun kita harus memikirkan jenis apa yang mau dibudidayakan, dalam tulisan kali ini saya mempunyai pengalaman terkait dari jarak tanam, semua rancang bangun kebun diawali dari sini. Sekali kita keliru memberi tanda/ titik ajir tanaman, maka selamanya tanaman akan tetap berada disuatu titik yang telah kita tentukan, maka hati hati menentukan titik ajir yang nanti akan menjadi lubang tanam yang kelak akan menjadi titik pertumbuhan tanaman selama puluhan tahun.


Usahakan titik ajir dibuat selurus mungkin menjadi satu baris yang rapi. Pembarisan tanaman atau disebut linning (inggris) sangat berperan penting dalam meningkatakan kualitas suatu produksi tanaman. Jarak tanam yang sempit dapat menyebabkan turunnya produksi sehingga dapat memberi dampak kerugian bagi pemiliknya tanaman, walaupun tanaman tersebut diberi pupuk yang cukup tetapi tanaman dalam berkompetisi untuk mendapatkan cahaya matahari dan air tetap saja mempengaruhi pertumbuhan sehingga menurunkan proses fotosintesis dalam perkembangannya.


Jarak tanam berfungsi untuk menurunkan tingkat kompetisi dalam memperoleh unsur hara, air, mineral dan sinar matahari sehingga fotosintesi suatu tanaman tersebut tidak terhambat. Jarak tanam memberi ruang gerak pada zone perakaran tanaman, sehingga penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal tanaman dapat menghasilkan produksi yang maksimal. Jarak tanam juga bertujuan untuk mempermudah pemeliharaan, mengeluarkan hasil buah dan estetika kebun menjadi lebih tertata. Jadi jarak tanam merupakan suatu jarak antara tanaman satu dengan tanaman yang lainnya sehingga dalam pertumbuhan kanopi daun yang intinya tidak saling menindih. Jarak tanaman pada tanaman memiliki banyak variasi tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan.


Alat untuk membuat jarak tanam atau linning biasa dibuat dengan seutas tali yang tidak molor atau string baja yang telah diberi tanda dengan jarak tertentu, sehingga ketika dibentang dilapangan titik titik tanda jarak itulah yang nanti diberi ajir bambu sebagai tanda titik lubang tanam. Untuk kecepatan pengerjaan di lapangan minimal dibutuhkan 3 orang, 2 orang menarik ujung tali dan 1 orang menancapkan ajir bambu sebagai tanda titik lubang tanam.


Artikel Lain : 14 Cara Menanam Mangga Cangkokan Agar Cepat Berbuah Dan Jenisnya


Produktivitas tim pekerja biasanya dapat mencapai 5 ha s/d 7 ha. Tidak semua tanaman yang kita tanam akan tumbuh seragam walau kita berusaha menyiapkan di pembibitan, tanaman yang kita pindahkan bisa saja mati, jadi keuntungan menggunakan jarak tanam dapat memberi kesempatan pada tanaman sulaman (tanaman penganti) masih dapat menyesuaikan tanaman lain yang lebih dulu tumbuh asal dilakukan segera, namun dalam prakteknya tidak semudah demikian, kita perlu mencermati konsidi kebun kita sekiranya dimungkin kita dapat mengganti tanaman baru agar dapat segera mungkin mengesuaiakan tanaman yang sudah ada.


Pemupukan Alpukat

Sangat tidak mungkin ketika kita bicara pemupukan tidak menjelaskan faktor faktor keberhasilan dalam pemupukan, pemahaman pemupukan mustahil tidak dijelaskan secara mendasar ketika kita menghendaki tanaman kita bisa tumbuh optimal. Kalau kita bicara CARA PEMUPUKAN ALPUKAT , maka secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua yakni melalui akar tanaman dan melalui daun, namun ada juga pemupukan dengan cara menggerok batang .


  • Bahan untuk pemupukan bisa berasal dari bahan organik maupun anorganik.

Secara ekonomi petani tradisionil menggunakan bahan organic karena murah , mudah didapat , mudah dibuat, dan sifatnya ramah lingkungan, namun proses pembuatannya memerlukan waktu minimal dua minggu agar pupuk bisa diserap oleh akar tanaman.


Berbeda jika kita menggunakan bahan anorganik buatan pabrik penggunaanya cukup praktis dan respon tanaman juga lebih cepat, sehingga secara kasad mata lebih menyenangkan karena respon tanaman lebih cepat sehingga kelihatan lebih subur walau sifatnya hanya sementara.


Kita mengenal pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk humus semua ini merupakan pupuk organic yang sebenarnya cukup melimpah di seputar kita , gunakan dengan perbandingan 1 : 1 pada lubang tanam pada awal ketika tanam, ulangi setiap 3 bulan sekali dengan dosis yang semakin meningkat, ciri pupuk organic yang baik dan sudah bisa diserap tanaman yakni ketika digengam dengan tangan remah, gembur dan tidak terasa panas ditangan. Anda dapat juga menggunakan tanah dibawah bambu, bawah rumput kolonjono dan tanah bawah putri malu semua jenis tanah ini sifatnya meyuburkan bagi semua tanaman.


Sedangkan pupuk anorganik atau kita kenal pupuk pabrik ,pupuk jenis ini banyak beredar di masyarakat bahkan hampir 5000 jenis pupuk yang ada di pasaran, namun secara garis besar hanya ada 2 jenis yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal hanya mengandung salah satu unsur hara yakni N, P dan K, sedang pupuk majemuk terdiri lebih dari satu unsur hara.


Dipasaran pupuk majemuk dinyatakan dalam perbandingan angka tertentu sebagai contoh pada pupuk import merk mutiara buatan Norwegia ini mempunyai kandungan NPK (25:7:7) dan NPK (16:16:16), untuk NPK dengan perbandingan 25:7:7 digunakan pada awal pertumbuhan (vegetative) sedang perbandingan 16:16:16 digunakan pada masa tanaman mendekati berbuah (generative).


Cara pemupukan alpukat diawal tanam dapat menggunakan perbadingan 25:7 :7 dengan dosis 500 gr per tanaman, dosis ditambah 100 gr per tiga bulan sekali hingga menjadi 600 gr. per tanaman hingga menjelang umur 3 tahun kurang lebih menjadi 1600gr per tanaman.


Untuk masa pertumbuhan menjelang berbuah pupuk dapat diganti dengan perbandingan NPK 16 :16 :16 dengan dosis 1500 gr pertanaman, dosis ditambah 150 gr pertiga bulan sekali hingga menjadi 1650 gr. per tanaman hingga menjelang umur 6 tahun menjadi 3150 gr pertanaman.


Sebenarnya pemberian pupuk sangat tergantung pada kesuburan lahan tanah dimana tanaman budidaya diusahakan, namun jika diamati tanaman tidak kekurangan unsur hara, maka dosis pupuk dapat dikurangi secara drastis, pemberian pupuk yang berlebihan justru menjadi tidak efisien karena tidak dapat diserap oleh akar tanaman secara optimal.


Perhatikan waktu pemberian pupuk, waktu yang tepat adalah saat musim hujan tiba, namun jika sekiranya ditanam pada musim kemarau maka tanaman harus disiram untuk membantu agar pupuk dapat larut sehingga mudah diserap.


Perlu diketahui bahwa tanaman alpukat dikenal sulit berbuah, bahkan sudah lebih dari 7 tahun sama sekali tidak berbuah, maka dengan cara pemupukan yang benar diharapkan tanaman dapat berbuah sebelum umur 7 tahun. Jika anda suka melihat vedio disana saya menjelaskan 2 cara pemupukan alpukat paling efektif pada tanaman alpukat dengan metode melingkar dan metode dibenamkan.


Demikian penjelasan artikel diatas tentang Cara Stek Alpukat : Jarak Tanam, Pemupukan Agar Cepat Berbuah semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id