Kolam Tanah Ikan Lele

Diposting pada

Kolam

8 Kelebihan Dan Kekurangan Kolam Tanah Untuk Budidaya LeleKolam merupakan lahan yang dibuat untuk menampung air dalam jumlah tertentu sehingga dapat digunakan untuk pemeliharaan ikan dan atau hewan air lainnya. Berdasarkan pengertian teknis (Susanto, 1992), kolam merupakan suatu perairan buatan yang luasnya terbatas dan sengaja dibuat manusia agar mudah dikelola dalam hal pengaturan air, jenis hewan budidaya dan target produksinya.


Kolam selain sebagai media hidup ikan juga harus dapat berfugsi sebagai sumber makanan alami bagi ikan, artinya kolam harus berpotensi untuk dapat menumbuhkan makanan alami.

Kolam-Tanah-Ikan-Lele


Jenis-jenis kolam ikan yang akan digunakan sangat tergantung kepada sistem budidaya yang akan diterapkan. Ada tiga sistem budidaya ikan air yang biasa dilakukan yaitu :

  1. Kolam Tradisional/ekstensif, kolam yang digunakan adalah kolam tanah yaitu kolam yang keseluruhan bagian kolamnya terbuat dari tanah
  2. Kolam Semi intensif, kolam yang digunakan adalah kolam yang bagian kolamnya(dinding pematang) terbuat dari tembok sedangkan dasar kolamnya terbuat dari tanah
  3. Kolam Intensif, kolam yang digunakan adalah kolam yang keseluruhan bagian kolam terdiri dari tembok

Kolam merupakan lahan basah buatan yang dapat dikelola dan diatur langsung oleh manusia untuk kebutuhan budidaya ikan. Ada banyak tipe-tipe kolam ikan yang banyak dipakai oleh masyarakat untuk melakukan budidaya air tawar, salah satunya adalah kolam tanah.


Bagi projek penternakan ikan pada skala besar, kolam tanah biasanya menjadi pilihan bagi sesetengah pengusaha. Pembinaan kolam tanah yang betul dapat memudahkan proses tuaian ikan. Antara kelebihan kolam tanah ialah pembesaran ikan lebih cepat berbanding kolam konkrit disamping kos pembinaanya yang rendah.


Pengertian Kolam Tanah

Kolam yang dimaksud adalah kolam yang dibuat dengan cara menggali tanah / sawah kemudian mengisinya dengan air. Kolam ini memiliki dinding dan dasar berupa tanah.Tipe kolam ini cukup banyak pemilihnya bahkan cenderung paling populer di kalangan petani ikan, karena pembuatannya cukup mudah dan sederhana, hanya menggali tanah dan mengisinya dengan air.Meskipun ada juga kolam tanah yang terjadi secara alami dan siap digunakan untuk memelihara ikan.


Artikel Terkait :  Analisa Usaha Pembenihan Ikan Lele


Meski demikian, pada perkembangannya, kolam tanah memiliki beberapa modifikasi. Misalnya memberikan lapisan batu pada dinding, atau lapisan pasir pada dasar kolam. Namun pada intinya, kolam tanah yang dimaksud adalah Kolam dimana air yang ada di dalamnya bersentuhan langsung dengan tanah bebas / bumi.

Kolam tanah kaya akan ion-ion dan mineral dari tanah. Salah satu keunggulan kolam tanah adalah karena tanah banyak mengandung mineral renik yang penting bagi nutrisi ikan lele. Tanah juga berfungsi sebagai penstabil ion dalam air. Ketika air kekurangan ion, tanah akan memberikannya. Ketika air kelebihan ion, tanah akan mengikatnya. Ikan yang dibiakkan di kolam tanah dapat tumbuh besar dan cepat daripada ikan yang dibiakkan di kolam terpal.


Air kolam tanah tidak cepat bau. Hal ini disebabkan karena kolam tanah memiliki bakteri yang berfungsi sebagai perombak bahan organik dan penyuplai mineral bagi bakteri. Perombakan bahan organik yang cepat akan membantu mengurai pakan lele yang tidak habis sehingga tidak berada terlalu lama di dalam air. Kolam Tanah umumnya dikelola secara tradisional. Luas lahan yang dibutuhkan sangat bergantung dari usaha yang akan dijalankan. Untuk memperoleh hasil panen 100 Kg Lele konsumsi, diperlukan lahan seluas ± 30 m².


Ada beberapa hal Yang perlu Diperhatikan dari Kolam Tanah (tradisional), yakni :

  1. Pematang; tidak bocor, cukup tinggi sehingga cukup aman saat datangnya musim hujan.
  2. Kualitas air; Sumber air yang masuk ke kolam harus diperhatikan, dan tidak tercemar, supaya sesuai dengan kondisi yang dubutuhkan Lele untuk cepat besar.
  3. Ketinggian air; Idealnya dibutuhkan air untuk memenuhi badan kolam hingga ketinggian 30 – 75 cm ditambahkan bertahap sesuai dengan ukuran lele.
  4. Ketersediaan air memadai sepanjang Tahun
  5. Struktur tanah tidak Porous/ tidak mudah longsor
  6. Lokasi bukan daerah banjir

Kelebihan Dan Kekurangan Kolam Tanah Untuk Budidaya Lele

Kolam tanah memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, diantaranya :

  • Keunggulan Kolam Tanah :

  1. Biaya paling murah
  2. Pakan alami dapat tumbuh dengan mudah
  3. Sesuai dengan kondisi lele di alam liar

  • Kelemahan Kolam Tanah :

  1. Tidak semua tanah cocok untuk dijadikan kolam lele. Tanah yang memiliki kerapatan kurang baik akan menyebabkan air rembes ke dalam tanah sehingga tidak dapat digunakan
  2. Hama / pemangsa alami benih lele dapat muncul dari dalam tanah
  3. Lele yang dibesarkan di kolam tanah relatif lebih rentan terserang penyakit
  4. Merepotkan pada saat panen sebab lele akan bersembunyi di dalam lumpur ketika kita menjaringnya.
  5. Ikan yang dihasilkan biasanya agak berbau lumpur

Artikel Terkait : Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tanah


Komoditi Kolam Tanah

Ada beberapa jenis ikan yang dapat dibudidayakan di dalam kolam tanah, diantaranya adalah sebagai berikut :

Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

Jenis kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan nila yaitu kolam tanah dengan jenis tanah bertekstur liat atau liat berpasir. Kedalaman kolam sebaiknya berkisar antara 0,5-1 m. Kedalaman ini berperan dalam menentukan tingkat kesuburan kolamdimana kedalaman kolam berpengaruh pada masuknya sinar matahari yang berperan pada proses fotosintesis tumbuhan dalam air, sehingga menyebabkan tersedianya makanan alami bagi ikan di dalam kolam. Pada kolam sebaiknya memiliki saluran pemasukan dan pengeluaran air. agar mudah mengatur sirkulasi air di kolam.


Ikan Lele (Clarias batracus)

Kolam lele umumnya stagnan/ tak ganti air dan biasanya asupan mineral renik tersebut juga tidak ditambahkan dari luar. AKibatnya pertumbuhan lele terpal lebih lambat. Tanah selain berfungsi menyediakan mineral juga sebagai gudangnya/tukar ion. Jika air kurang ion maka tanah akan menyuplainya. Jika air kelebihan ion maka tanah akan mengikatnya. Ini dilakukan oleh partikel tanah terutama yang banyak bahan organic seperti ligan/kompleks dalam ilmu kimia.


Kita tahu EDTA juga berfungsi seperti ini terutama untuk melarutkan Ca Mg (makro) Fe (mikro) agar dapat digunakan plankton dengan teratur dan aman. Mineral renik umumnya beracun jika dia zat tunggal. Sehingga plankton kolam tanah akan lebih stabil. Untuk mengatasinya dapat ditambahkan tanah atau abu pada kolam terpal secara teratur sebagai suplai mineral. Tambahan pula, permukaan partikel tanah berfungsi sebagai substrat bakteri untuk merombak bahan organic sekaligus penyuplai mineral bagi bakteri yang sangat lengkap. Dengan demikian air kolam tanah akan lebih baik karena perombak bahan organic yang cepat. Ini ditandai air kolam terpal akan cepat bau.


Artikel Terkait : Cara Budidaya Ikan Lele Bioflok


Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)

Ikan muajair mungkin sudah tak asing lagi di wilayah kita, terutama didaerah jawa, ikan ini hidup diair tawar. morfologi serta anatominya mungkin mirip dengan ikan mas, tetapi antara ikan mas dan mujair ada perbedaan baik dalam warna ataupun bentuknya.


Ikan mujair hidup secara berkelompok. Tempat hidup ideal untuk ikan mujair adalah di perairan tenang seperti bendungan, sungai dan danau air tawar. Meskipun ikan mujair dapat dipelihara di dalam akuarium, mereka tidak akan tumbuh secepat ikan mujair yang dibesarkan di kolam atau alam terbuka. Di beberapa daerah, bibit ikan mujair ditebarkan di sawah pada musim tanam. Bibit ikan mujair akan tumbuh hingga ukuran konsumsi (12-15 cm) bersamaan saat padi siap panen.


Ikan mujair adalah spesies yang bandel (dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang tidak ideal). Ikan mujair memiliki toleransi tinggi terhadap kadar garam dalam air (salinitas), sehingga masih dapat bertahan hidup di air payau. Mereka juga dapat hidup di air dengan kandungan amonia di atas rata-rata ataupun dengan kandungan oksigen terbatas.


Artikel Terkait : Cara Merawat Ikan Cupang


Demikian penjelasan artikel diatas tentang 8 Kelebihan Dan Kekurangan Kolam Tanah Untuk Budidaya Lele semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id