Budidaya Ikan Komet

Diposting pada

Ikan Hias

Budidaya Ikan Komet – Perawatan, Ukuran Maksimal, Jantan, PakanBudiadaya ikan hias di Indonesia hanya digolongkan menjadi 2 janis yaitu Budidaya Ikan Hias Air Tawar dan Budidaya Ikan Hias Air Laut. Tetapi usaha Budidaya Ikan hias air laut di Indonesia belum bisa dibudidayakan hanya sebatas penagkaran. Sedangkan budidaya ikan Hias Air Tawar sudah bisa dimanipulasi dengan baik.


Sesuai dengan namanya Budidaya ikan hias dilakukan dengan tujuan untuk digunakan sebagai hiasan disamping hal tersebut juga bermanfaat sebagai penghibur masyarakat penggemarnya di kala merasa lelah dan memerlukan waktu istirahat. Pemenuhan kebutuhan ikan hias sebagai induk untuk dibudidayakan dapat diproleh secara menangkap dari alam secara langsuang dan juga membudidayakannya sendiri. Pasaran ikan hias tidak hanya dapat berbau pada sektopr peradagangan dalam negeri tetapi juga dapat menembus perdagangan international atau Mancanegara. Beberapa contoh ikan hias air tawar yang sangat digemari dalam dunia pasaran antara lain sebagai berikut :


  • Angel fish
  • Discus
  • Komet
  • Barbus dan lain-lainya

Dalam melakukan kegiatan praktikum tentang pemijahan ikan hias ini ikan yang dipilih adalah ikan jenis komet. Ikan jenis komet ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang tergolong ikan jenis cyprinidae, pemilihan jenis ikan hias ini dengan alas an adalah agar dapat mengaplikasikan ilmu tentang penijahan ikan hias dan disamping itu juga untuk pemijahan ikan komet ini relative mudah dilaksanankan. Ikan komet memiliki bentuk tubuh yang sangat indah dan warna tubuh yang menarik bagi para penggemar.

Klasifikasi-Ikan-Komet


Klasifikasi

Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Order : Cypriniformes
Family : Cyprinidae
Genus : Carassius
Species : C. auratus
Subspecies : Cauratus. auratus/C. a. gibelio


Morfologi

Ikan komet merupakan jenis ikan hias air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan golongan cyprinidae sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan ini mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan komet yang terdapat di Indonesia merupakan ikan yang dibawa dari CinaAdapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta Crucian Carp (Carassius Carassius); Gold Fish (Carassius Auratus). Bagian kepala tanpa sisik, seluruh tubuh dipenuhi sisik agak besar.


Penyebarannya merata di daratan Asia juga Eropa sebagian Amerika Utara dan Australia. Pembudidayaan ikan ini di Indonesia banyak ditemui di Jawa dan Sumatra dalam bentuk empang, Habitat aslinya yang di alam meliputi sungai berarus tenang sampai sedang dan di area dangkal danau. Perairan yang disukai tentunya yang banyak menyediakan pakan alaminya. Ceruk atau area kecil yang terdalam pada suatu dasar perairan adalah tempat yang sangat ideal untuknya. Bagian-bagian sungai yang terlindungi rindangmya pepohonan dan tepi sungai dimana terdapat runtuhan pohon yang tumbang dapat menjadi tempat favoritnya.


Ikan komet berkembang biak dengan bertelur, masa kawinnya pada daerah tropis pada saat awal musim hujan. Ikan komet betina biasanya bertelur di dekat tumbuhan di dalam air di perairan dangkal yang tembus sinar matahari, telur-telur tersebut kemudian menempel pada akar tanaman air yang lembut.


Pakan alaminya meliputi tumbuhan air, lumut, cacing, dan organisma lainnya yang ada di perairan. Dia akan membuka mulutnya lebar-lebar dan kemudian menyedot makanannya seperti alat penghisap. Terkadang mengaduk-aduk dasar air dengan mulut dan badannya sehingga menimbulkan bayang kecoklatan pada perairan. Ikan komet termasuk dalam genus cyprinidae.


Artikel Lainnya : Cara Merawat Ikan Cupang


Budidaya Ikan Komet

Budidaya-Ikan-Komet

Ikan komet di alam biasanya memijah setelah musim hujan karena pada saat musim hujan banyak daratan yang terendam air yang telah kering pada beberapa bulan. Hal ini merangsang ikan untuk memijah pada tempat yang tergenang tersebut hal ini disebabkan karena daerah yang terendam tersebut mengeluarkan bau ampo atau bau khas dari dalam tanah sehingga merangsang induk ikan memijah ditempat itu (Anonim, 2011).


Siklus Hidup

Siklus hidup ikan mas dimulai dari perkembangan di alam gonad (ovarium pada ikan betina yang menghasilkan telur dan testis pada ikan jantan yang menghasilkan sperma), kemudian telur akan dibuahi oleh sperma dan menetas dalam waktu 2-3 hari. Setelah itu menjadi larva dan menjadi dewasa . Sebenarnya pemijahan ikan komet dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim namun di habitat aslinya ikan komet memijah pada awal musim hujan karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air (Anonim, 2011).


Reproduksi

Ikan komet berkembang biak dengan bertelur dimana masa kawinnya pada daerah tropis pada saat awal musim hujan. Pada saat musim hujan banyaknya daratan yang terendam air sehingga ikan komet lebih dapat terangsang karena bau khas dari dalam tanah kering yang terkena air akan keluar saat itu. Ikan komet betina biasanya bertelur didekat tumbuhan di dalam air dangkal yang tertembus sinar matahari, telur–telur tersebut kemudian menempel pada akar tanaman air yang lembut (Anonim, 2011).


Pembenihan Ikan Komet

  • Seleksi Induk

Induk ikan komet yang akan dipijahkan sebaiknya dipelihara dalam tempat yang terpisah antara jantan dan betina agar pertumbuhan induk ikan opimal dan tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan. Seleksi induk ikan komet dapat dilakukan dengan melihat ciri – ciri sebagai berikut :


  • Induk Jantan
  1. Pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar.
  2. Induk yang telah matang jika diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih

  • Induk Betina
  1. Pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba.
  2. Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerahan merahann Jika diurut, keluar cairan kuning bening.

Selain itu, induk ikan komet yang siap untuk melakukan pemijahan dapat ditandai dengan adanya tingkah laku dari kedua induk tersebut. Tingkah laku yang ditunjukkan adalah saling kejar – kejaran. Dimana, induk jantan terus mengejar atau mendekati induk betina, dengan adanya tingkah laku seperti ini maka dapat diasumsikan bahwa induk ikan komet tersebut siap untuk dipijahkan (Anonim, 2011).


Artikel Lainnya : 13 Cara Budidaya Lele Sangkuriang Bagi Pemula (Kolam Tanah & Tembok)


Pemijahan

Sebenarnya pemijahan ikan komet dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim. Namun, di habitat aslinya, ikan ini memijah pada awal musim hujan, karena adanya rangsangan dari aroma tanah kering yang tergenang air. Secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Menjelang memijah, induk-induk ikan komet aktif mencari tempat yang rimbun, seperti tanaman air atau rerumputan yang menutupi permukaan air. Substrat inilah yang nantinya akan digunakan sebagai tempat menempel telur sekaligus membantu perangsangan ketika terjadi pemijahan (Anonim, 2011).


Penetasan

Penetasan pada pemijahan ikan komet dapat dilakukan di media pemijahan dan dapat dilakukan dengan mengganti air media pemijahan sebanyak ¼ bagian dari total air pemijahan. Kualitas air yang baik untuk penetasan telur ikan komet adalah suhu maksimal 27-290C, oksigen 5-6 ppm, pH 6,5-7,0 dengan kecerahan yang bersih. Penetasan telur ini juga dapat ditambahkan dengan heater untuk mengoptimalkan suhu (Lingga, P., dan Heru S., 2003).


Perkembangan Telur

Pertumbuhan dan perkembangan dimulai dengan peleburan ovum (sel telur) dengan spermatozoa (sel sperma), dan dihasilkan zigot. Zigot akan bermitosis terus-menerus.

Fase-fase perkembangan zigot melalui beberapa tahap, yaitu:


  • Stadium Morula

Pada perkembangan awal, zigot membelah menjadi 2, kemudian 4, 8, dan seterusnya membentuk suatu wujud seperti buah murbei yang disebut morula. Morula mengandung banyak sel hasil mitosis yang berkumpul menjadi satu kesatuan.


  • Stadium Blastula

Dari morula menjadi blastula. Dalam tahap ini masih berlangsung proses pembelahan sel sehingga terbentuk suatu rongga pada bagian tengah yang disebut blastosol.


  • Stadium Gastrula

Dari blastula menjadi gastrula. Dalam tahap ini terjadi pembentukan lubang lekukan (blastopor) yang mempunyai dua lapisan. Selanjutnya, sel-sel bagian permukaan lapisan ektoderm mengalami pelekukan ke dalam (invaginasi). Sel-sel tersebut mengisi ruang antara ektoderm dan endoderm membentuk lapisan mesoderm.


  • Organogenesis (Pembentukan Organ)

Pada tahap ini terjadi diferensiasi (perkembangan sel-sel membentuk struktur dan fungsi khusus) dari: 1) Ektoderm menjadi kulit, sistem saraf, hidung (alat-alat indra), anus, kelenjar-kelenjar kulit, dan mulut. 2) Mesoderm menjadi tulang, otot, ginjal, jantung, pembuluh darah, dan alat kelamin. 3) Endoderm menjadi kelenjar-kelenjar yang mempunyai hubungan dengan alat pencernaan, paru-paru, dan alat-alat pencernaan. Setelah organogenesis selesai, selanjutnya penyempurnaan embrio menjadi fetus yang telah siap dilahirkan (larva ikan) (Gusrina, 2008).


Pemeliharaan Larva

Larva ikan komet mempunyai kantong kuning telur yang berukuran relatif besar sebagai cadangan makanan bagi larva. Kantong kuning telur tersebut akan habis dalam waktu 2-4 hari. Larva ikan ini bersifat menempel dan bergerak vertikal. Ukuran larva antara 0,50,6 mm dan bobotnya antara 18-20 mg. Larva berubah menjadi kebul (larva stadia akhir) dalam waktu 4-5 hari. Pada stadia kebul ini, ikan mas memerlukan pasokan makanan dari luar untuk menunjang kehidupannya. Pakan alami kebul terutama berasal dari zooplankton, seperti rotifera, moina, dan daphnia. Kebutuhan pakan alami untuk kebul dalam satu hari sekitar 60-70% dari bobotnya (Anonim, 2011).


Artikel Lainnya : Budidaya Ikan Mujair


  • Persiapan Wadah
  1. Dicuci akuarium dengan menggunakan sabun detergen setelah itu dibilas dan dikeringkan.
  2. Dipasang kertas penutup (koran) pada sisi-sisi akuarium.
  3. Kemudian akuarium diisi air bersih sebanyak ¾ dari tinggi akuarium dan dipasang aerator.
  4. Dimasukan substrat tanaman air kayu apu (Pistia stratiotes) ke dalam akuarium.

Seleksi Induk

  1. Dicari induk ikan komet yang telah matang gonad atau yang siap memijah dengan mengurut pada bagian perutnya, jka yang keluar telur (betina) dan jika keluar sperma (jantan).
  2. Kemudian diperhatikan kondisi tubuhnya yakni tidak cacat dan gerakannya lincah (sehat).

Pemijahan

  1. Indukan yang telah matang gonad tersebut kemudian dimasukan dalam akuarium dengan perbandingan jantan dan betina sebanyak 2:1.
  2. Setelah dimasukan dipasangi pula aerator sebagai penyetok oksigen dalam akuarium tersebut.
  3. Dan ditunggu ikan hingga berlangsungnya pemijahan.

Perhitungan Jumlah Telur

  1. Diambil telur yang telah terbuahi secara acak dengan menggunakan pinset.
  2. Kemudian dilakukan perhitungan telur dengan menggunakan alat bantu berupa hand counter.
  • Perkembangan Telur
  1. Diambil telur yang telah terbuahi secara acak dengan menggunakan pinset.
  2. Kemudian dilakukan pengamatan perkembangan telur hingga fase larva dengan menggunakan mikroskop.
  3. Digambar setiap fase perkembangan embrio dan dicatat waktu pengamatannya.

Pemeliharaan Larva

  1. Pemeliharaan larva dimulai dari setelah cadangan kuning telur larva habis digunakan, kemudian diberi pakan tambahan berupa kuning telur ayam yang telah direbus.
  2. Selalu diperhatikan kualitas airnya terutama aerator agar larva tidak mati.
  3. Semua kegiatan ditulis dalam log book.

Artikel Lainnya : Umpan Ikan Nila Babon


Persiapan Wadah

Dalam kegiatan pembenihan ikan komet hal pertama yang dilakukan yakni mempersiapkan wadah pemijahan. Wadah pemijahan yang digunakan yakni akuarium sebanyak 2 buah yang berukuran 30 30 dengan ketinggian air mencapai 15 cm. Pemberian 2 buah akuarium ini dimaksudkan sebagai tempat pemeliharaan induk setelah memijah.


Sebelum menggunakan wadah tersebut sebelumnya akuarium tersebut dibesihkan dan dicuci setelah itu dikeringkan hal ini bertujuan untuk menghilangkan jamur atau kotoran yang menempel pada dinding akuarium yang nantinya dapat mengganggu proses pemijahan ataupun dapat menyebabkan penyakit pada indukan. Setelah kering akuarium dipasangi koran pada sekeliling akuarium.


Pemasangan koran ini bertujuan agar ikan tidak mudah stress dengan lingkungan barunya dan menciptakan suasana yang gelap sehingga ikan dapat memijah dengan cepat karena menurut Anonim (2011), secara alami, pemijahan terjadi pada tengah malam sampai akhir fajar. Setelah pemasangan koran baru kemudian diberikan substratnya yang berupa kayu apu (Pistia stratiotes) sebagai tempat menempelnya telur kemudian ikan siap untuk dilepaskan dalam akuarium.


Seleksi Induk

Seleksi induk merupakan tahap awal dalam kegiatan budidaya ikan yang sangat menentukan keberhasilan produksi. Dengan melakukan seleksi induk yang benar akan diperoleh induk yang sesuai dengan kebutuhan sehingga produktivitas usaha budidaya ikan optimal. Dalam praktikum ini indukan yang digunakan adalah indukan yang matang gonad yang siap memijah, untuk membuktikannya dengan memijat bagian perut ikan tersebut jika ada cairan sperma atau lur yang keluar berarti ikan tersebut matang gonad.


Selain itu ikan yang dipilih harus sehat dan tidak cacat fisik dengan gerakan yang lincah. Ciri induk jantan yang matang gonad seperti pada sirip dada terdapat bintik-bintik bulat menonjol dan jika diraba terasa kasar. Induk yang telah matang jika diurut pelan ke arah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih sedangkan untuk induk betina pada sirip dada terdapat bintik-bintik dan terasa halus jika diraba. Pada induk yang telah matang, perut terasa lembek dan lubang genital kemerah merahan jika diurut, keluar cairan kuning bening.


Pemijahan

Induk yang telah dimasukan dalam akuarium akan terlihat saling mengejar dan bersembunyi di bawah substratnya. Perbandingan antara jantan dan betina yakni 2:1. Dalam pemijahan induk komet ini berlangsung pada malam hari hingga fajar. Pemijahan ikan komet dimulai saat ikan betina menggosokan tubuhnya di substrat dan menyemprotkan telurnya pada substrat.


Baru kemudian diikuti oleh induk jantan yang membuahi telur tersebut. Saat pemijahan indukan tidak boleh terganggu dengan aktifitas keributan karena akan menyebabkan ikan stress dan tidak mau untuk memijah. Pemeriksaan adanya telur kemudian dilakukan pada pagi harinya. Setelah ada telurnya indukan diambil dan dipisahkan dari telur karena salah satu sifat ikan ini yakni memakan telurnya sendiri.


Artikel Lainnya : Cara Budidaya Ikan Guppy


Perhitungan Jumlah Telur

Analisis data dengan luas substrat penempelan telur
Luas substrat (luas sebaran akar kayu apu)
Jumlah kayu apu 5 buah (diasumsikan luas akar setiap kayu apu sama)
Luas 1 akar kayu apu = P X L = 12 cm X 5 cm = 60 cm2
= 60 X 5 = 300 cm2

Sample 1 sampai dengan 10 berturut-turut 16, 9, 14, 21, 10, 17, 16, 22, 54, 10
Total =189

Rata-rata = 189/10 =18,9 butir per 1cm2
Total jumlah telur = 18,9 X 300 = 5670 butir/ cm2

Jumlah telur ini sangat penting untuk diketahui dimana dalam praktikum ini didapatkan jumlah telur ikan komet dengan substrat kayu apu mencapai 5670 butir/ cm2 . Menurut Sayuti (2003), telur yang dihasilkan ikan komet dapat mencapai 1.000-2.000 butir, bahkan ada jenis ikan komet dapat menghasilkan telur hingga 8.000 butir.


Perkembangan Telur

Hasil pengamatan perkembangan telur ikan komet pada setiap waktu pengamatan dan stadia perkembangan.


Artikel Lainnya :  Cara Ternak Ikan Cupang


Demikian penjelasan tentang Budidaya Ikan Komet – Perawatan, Ukuran Maksimal, Jantan, Pakan semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id