Cara Budidaya Timun Suri Untuk Tambahan Penghasilan

Budidaya Timun Suri – Mentimun suri (nama lain timun suri, bonteng suri, timun atau barteh) adalah tanaman buah semusim yang termasuk dalam suku labu kuning (Cucurbitaceae). Buah setengah matang umumnya dijual pada musim puasa (Ramadhan) karena daging buahnya merupakan salah satu bahan minuman penyegar untuk berbuka puasa.

Namun, teripang bukanlah tanaman musiman karena bisa ditanam kapan saja. Timun syria banyak mengandung potasium, sehingga sangat bermanfaat untuk menjaga kesejukan tubuh.

Timun Suri bukanlah timun biasa (Cucumis sativus), meskipun bentuk buahnya memanjang dan mirip timun. Secara morfologis dan seluler, tidak seperti mentimun. Bentuk daun dan ukuran bijinya sangat mirip dengan semangka atau melon (C. melo). Selain itu, jumlah kromosom inti adalah 2x = 2n = 24, yang sama dengan jumlah kromosom lainnya kecuali mentimun (2x = 2n = 14).

Cara Budidaya Timun Suri

1. Persiapan tanah

Lahan yang akan digunakan untuk menanam ketimun suriah terlebih dahulu harus dibersihkan dari gulma atau tumbuh-tumbuhan lainnya. Kemudian gemburkan tanah dengan membajak atau menggali. Kemudian buatlah hamparan bunga selebar 80-90 cm dengan panjang dan tinggi yang bisa disesuaikan dengan kondisi tanah.

Di setiap bedeng dibuat dua rel, kanan dan kiri, serta parit selebar 40-50 cm di tengahnya. Jika pH tanah kurang dari 5,5 mengapur dengan dolomit. Lakukan juga pemupukan dasar pada hamparan bunga dengan pupuk organik atau anorganik. Pupuk organik yang dapat digunakan dapat berupa pupuk kompos atau kompos.

Pupuk anorganik yang dapat digunakan adalah sdt-36, kcl dan urea/za dengan perbandingan 2:1:1.Pupuk ini ditaburkan merata di atas bedengan kemudian diaduk ke dalam tanah hingga rata. Pemupukan dasar ini biasanya dilakukan 10-15 hari sebelum tanam.

2. Siapkan biji mentimun.

Biji mentimun bisa didapatkan dengan cara membuat sendiri bibit dari tanaman sebelumnya. Ketimun yang tua dan sehat dipetik untuk digunakan sebagai benih dan benihnya dipanen. Jika Anda tidak ingin mempersulit, Anda dapat membeli benih di toko pertanian. Setelah mendapatkan bijinya, petik bijinya dengan merendamnya dalam air. Jika ada biji yang terapung, buang saja karena berarti tidak baik.

Setelah disortir, saring bijinya dan jemur di bawah sinar matahari hingga kering. Benih mentimun dapat disemai langsung atau disemai terlebih dahulu. Namun untuk tanaman yang seragam, sebaiknya benih disemai dalam kantong plastik semai.

Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2 : 1. Jika media tanam ditempatkan dalam kantong plastik, rendam masing-masing satu benih. Kantong polietilen.

3. Budidaya mentimun

Jika bibit mentimun berumur sekitar 10 hari setelah disemai, mereka dapat ditanam. Jarak tanam yang digunakan pada petani mentimun sekitar 70-80 cm. Pada setiap lubang tanam sedalam sekitar 2 cm, tanam 2 bibit, kemudian isi dengan tanah dan air agar tanah tetap lembab.

4. Perawatan tanaman mentimun

a. Penyiraman

Sirami tanaman mentimun hanya saat dibutuhkan karena tanaman mentimun toleran terhadap kekeringan dan panas. Periksa tanaman, jika ada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal, jahit dan ganti dengan tanaman baru. Penyulaman ini dilakukan sampai umur 10 hari setelah semai.

b. Penyiangan

Singkirkan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman.

c. Pemupukan pada tanaman mentimun.

Pemupukan dilakukan sebanyak 5 kali selama musim tanam yaitu pada saat tanaman berumur 10 hari setelah semai, 17 hari setelah semai, 24 hari setelah semai, 31 hari setelah semai, dan 40 hari setelah semai.

Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK. Pupuk pelengkap diterapkan dengan cara disemai atau diteteskan.

Jenis tanaman mentimun suri dan pengendalian hama

a. Kutu Kuya (Olocophora oliver)

Kuya bug adalah kumbang yang dapat merusak daun berukuran sekitar -/+1 cm. Di Indonesia banyak yang menyebut benalu ini Oteng-oteng.

Kutu ini berukuran 1 cm dengan sayap berwarna kuning, dan biasanya merusak dan memakan daging daun hingga daun tertusuk, jika hanya tinggal tulangnya saja. Cara pengendalian: Pemberian BVR atau Pesona Natural sesuai dosis

b. Ulat (Agrotis epsilon)

Hama ulat tanah akan menyerang pada masa vegetatif tanaman mentimun suriah. Larva tanah berupa ulat kecil merusak pucuk tanaman, dan inilah yang menyebabkan lubang-lubang kecil pada daun tanaman.

Baca Juga :

Sedangkan larva dewasa dapat merusak tanaman mentimun yaitu memotong bagian bawah tanaman sehingga tanaman rontok. Tanda serangan cacing tanah hitam adalah sudah memakan daun tanaman sehingga batang berhenti tumbuh.

Cara pengendalian: Pemberian pestisida sesuai dosis, seperti tupai alami.

c. Lalat Buah (Dacus cucurbitae Coq)

Lalat buah berukuran sekitar 1-2 mm akan menyerang ketimun muda, biasanya dengan cara bertelur di atas ketimun. Daging buah tersebut kemudian dimakan dan tumbuh tidak normal, akhirnya membusuk.

Cara pemeriksaan: Gunakan metilasi normal.

d. Kutu daun (Aphis gossypii trefoil)

Kutu daun berwarna kuning, hijau tua, kuning kemerahan hingga hitam dan berukuran sekitar 1-2 mm. Mereka biasanya menyerang ujung daun hingga daun layu, keriting dan berkerut. Kutu ini juga menularkan virus. Cara pengecekan : Gunakan Natural BVR atau pestona.

Cara pengecekan : Gunakan Natural BVR atau pestona.

Pengendalian hama dan penyakit mentimun suri

Adapun penyakit tanaman mentimun dan cara pengendaliannya adalah sebagai berikut :

a. Penyakit hawar daun (Midiu peronospora)

Pseudoperomospora cubensis berk et Curt adalah penyebab penyakit busuk daun. Penyakit ini akan menyerang daun pada saat kelembaban udara tinggi antara 16 sampai 22°C dan kondisi berkabut atau berkabut.

Daun yang terinfeksi akan bercak kuning, dan jamur akan muncul di permukaan. Daun menjadi coklat dan membusuk seiring waktu. Cara pengendalian : Berikan natural GLIO terlebih dahulu, agar daun tanaman tidak terserang.

b. Jamur tepung

Embun tepung menyerang tanaman pada musim kemarau dengan kelembaban tinggi dan disebabkan oleh Erysiphe cichoracearum.

Ini pertanda bahwa permukaan daun dan batang tanaman akan tertutup serbuk putih, kemudian menguning dan akhirnya mengering. Cara pengendalian : Berikan natural GLIO sebelum disemai.

c. Bercak daun sudut

Pseudomonas lachrymans menyerang tanaman pada musim hujan yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kuning kecil pada daun pada saat serangan ini normal.

Namun, jika kondisinya parah, bercak daun yang muncul akan berubah menjadi coklat muda hingga abu-abu dan akhirnya menjadi kering dan berbintik-bintik. Cara pengendalian : Berikan natural GLIO sebelum disemai.

d. Kudis (Scab)

Jamur Cladosporium cucumerinum Ell.et.Art menyerang buah muda saat keluar bercak basah dan cair, dan cairan tetap seperti karet saat mengering. Jika menyerang buah yang sudah tua akan membentuk kerak seperti gabus. Cara pengendalian : Berikan natural GLIO sebelum disemai.

e. Antraknosa

Jamur Colletotrichum lagenarium akan menyerang daun dan akan muncul bercak coklat. Bintik-bintik itu agak membulat dan berbentuk siku-siku, menyebabkan mati pucuk daun.

Panen mentimun Suri

Ikan kembung dapat dipanen 60-70 hari setelah semai. Buah Mentimun suri yang siap petik merupakan buah yang sudah cukup umur dibedakan dengan tangkai buah yang sudah kering atau buah yang terpisah dari tangkainya.

Dalam satu musim tanam dapat dipanen 10 hingga 15 kali panen dan dilakukan secara bertahap tergantung kondisi dan perawatan tanaman.