Cara Utama Dan Mudah Budidaya Wortel Terbaik Untuk Anda

Budidaya Wortel – Wortel (diserap dari bahasa Belanda: carrot) (Daucus carota subsp. sativus) merupakan tanaman dua tahunan dengan siklus hidup antara 12-24 bulan, yang memeram karbohidrat dalam jumlah yang besar sehingga tanaman ini berbunga pada tahun kedua. Bunga memiliki tangkai yang tumbuh setinggi sekitar 1 meter, dengan mekar putih dan rasa manis yang mengganggu.

Bagian wortel yang dapat dimakan adalah umbi atau umbinya. Wortel adalah tanaman dua tahunan dari keluarga Umbelliferae, Apiaceae. Mula-mula, roset daun tumbuh seiring pertumbuhan akar tunggang yang membesar.

Varietas yang tumbuh cepat matang dalam waktu tiga bulan (90 hari) penanaman, sedangkan varietas yang tumbuh lebih lambat memerlukan tambahan satu bulan (120 hari). Akar mengandung alfa dan beta-karoten dalam jumlah tinggi dan merupakan sumber vitamin K dan vitamin B6 yang baik.

Kondisi umum untuk menanam wortel

1. Tanah

Wortel membutuhkan jenis tanah berikut:

  • aluvial
  • Endosol
  • solarseed
  • regosol

Dataran dengan tipe di atas dapat ditemukan di dataran tinggi. Jadi tingkat pH tanah yang dibutuhkan adalah sekitar 5,5-6,5 pH.

2. Suhu

Metabolisme wortel sangat dipengaruhi oleh panas. Pasalnya, agar tanaman wortel dapat berkembang secara optimal, maka diperlukan penanaman wortel pada tanah dengan suhu 15,6-21,1 derajat Celcius.

3. Iklim

Daerah yang baik untuk menanam wortel adalah daerah yang beriklim lembab dengan masa kering hanya 1,5 bulan sampai 3 bulan dalam satu tahun. Selain itu wortel juga dapat tumbuh di iklim yang cukup lembab dengan durasi kering hanya 3-4,5 bulan dalam satu tahun.

4. Kelembaban udara

Kelembaban yang disarankan untuk menanam wortel adalah antara 80 dan 90%.

5. Sinar matahari

Usahakan agar wortel Anda mendapatkan sinar matahari 9 hingga 10 jam setiap hari untuk pertumbuhan yang optimal.

Tahapan budidaya wortel

1. Persiapan lahan

Pengolahan tanah diperlukan untuk mendapatkan tanah yang subur dan gembur (kelembaban tanah yang cukup dan aerasi yang baik).

Selain itu gulma dan sisa-sisa penanaman sebelumnya juga dihilangkan agar tidak mengganggu perkembangan akar wortel dan tanaman dapat berkembang dengan baik.

Tanah dibajak hingga kedalaman 40-50 cm. Persiapan tanah harus dilakukan beberapa minggu sebelum tanam untuk memberikan kesempatan bahan organik terurai dengan baik.

Buatlah hamparan bunga sesuai dengan ukuran dan kondisi lahan. Tempat tidur bunga yang berfungsi sangat penting agar drainase dan aerasi dilakukan dengan benar dan dapat memudahkan perawatan. Lahan juga bisa disiapkan tanpa olah tanah atau dengan pengolahan tanah minimal. Cara ini dapat menekan biaya dan tenaga kerja, serta mengurangi kerusakan lahan.

2. Pemilihan benih

Untuk mendapatkan benih berkualitas tinggi, Anda bisa mendapatkannya dengan dua cara. Cara pertama beli langsung dari toko pertanian dan cara kedua buat sendiri dari bibit yang berkualitas.

Jika Anda membelinya dari toko pertanian, pastikan benih yang Anda beli berkualitas tinggi dan tahan terhadap hama dan penyakit serta masa aktif benih masih panjang.

Namun, jika Anda ingin membuat bibit sendiri, Anda harus memperhatikan langkah-langkah berikut ini:

  • Pilih wortel berkualitas tinggi.
  • Potong 1/3 dari akar wortel.
  • Kami memotong daunnya, hanya menyisakan 10 cm.
  • Rapihkan bedengan.
  • Oleskan pupuk Trichoderma, air, dan ZPT organik pada permukaan wortel setiap dua minggu sekali.
  • Tanaman air di sore hari.
  • Bunga biasanya muncul dalam waktu satu bulan.
  • Kemudian, setelah dua minggu, bunganya akan mulai mekar.
  • Bunga berwarna coklat merupakan tanda tanaman siap panen.

3. Transplantasi

Untuk budidaya wortel sebaiknya benih langsung disemai dengan disebar pada areal tanam, hal ini dianjurkan karena bila digunakan pembibitan, biasanya bila benih dipindahkan ke areal tanam maka akan banyak terjadi kerusakan pada tanaman. akar yang akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman yang buruk.

Baca Juga :

Ukuran benih wortel sangat kecil, sehingga untuk memudahkan penanaman maka benih dicampur dengan lumpur agar terbentuk partikel yang lebih besar, sehingga mudah disemai.

Perlakuan benih harus dilakukan baik dengan fungisida atau dengan merendam benih dalam air panas untuk mencegah berkembangnya patogen infeksius pada benih. Benih wortel disemai hingga kedalaman sekitar 3-5 cm, atau bahkan disemai di atas tanah tanpa mulsa.

Kecepatan angin yang tinggi dapat merusak bibit yang baru bertunas, sehingga disarankan untuk menanam tanaman penghalang seperti lobak di sepanjang barisan, dan kemudian memanennya saat wortel sudah berkembang dengan baik. Kepadatan penanaman yang dianjurkan bervariasi sesuai dengan tujuan penanaman wortel.

Jika ditanam untuk dijual sebagai produk segar, maka wortel ditanam dengan kerapatan 175 tanaman/m2, jika diperlukan produk berukuran kecil, diperlukan kepadatan tanam 250 tanaman/m2, dan jika ukuran besar diperlukan. produk yang diinginkan, tanaman ditanam dengan kepadatan tanam 100 tanaman/m2 .

4. Pemupukan

Tanah yang baik untuk menanam wortel kaya akan bahan organik, sedikit asin dan tidak mengandung senyawa beracun. Pupuk kompos yang dipergunakan untuk pupuk dasar sebanyak 1,5 kg/m2 Pupuk industri yang digunakan adalah Urea 100 kg/ha dan TSP 100 kg/ha serta KCl 30 kg/ha.

5. Pemeliharaan

Penyiraman dilakukan harus sesuai dengan kondisi tanah sampai dengan kondisi lahan yang sudah mulai kering. Bila suhu udara sangat panas, penyiraman dapat dilakukan 1-2 kali sehari. Irigasi juga dapat dilakukan dengan perendaman di parit.

Gulma dihilangkan dengan hati-hati secara manual. Hal ini dilakukan karena pada kondisi kerapatan vegetasi yang tinggi, penyiangan yang tidak hati-hati dapat merusak akar tanaman. Gulma dapat dihilangkan bersamaan serta melakukan penjarangan tanaman.

Tujuan Penjarangan dengan cara dilakukan dengan membuang tanaman yang layu, dan merawat tanaman yang sehat dan subur. Penjarangan dilakukan untuk memberikan jarak dan sinar matahari yang cukup. Pembubunan sebaiknya dilakukan untuk menutupi umbi akar agar tidak muncul warna hijau pada umbi.

6. Pengendalian organisme

Fumigasi Penghancuran Tanaman (OPT) digunakan untuk mengendalikan nematoda tanah. Sebelum menyemprot, sebaiknya periksa apakah tanah mengandung nematoda. Sunburn adalah metode alternatif pengendalian nematoda selain merokok. Insolasi dilakukan dengan menutup tanah dengan bungkus plastik

selama kurang lebih 6 minggu, tergantung suhu lingkungan. Suhu tanah yang lebih tinggi diperkirakan akan membunuh organisme perusak tumbuhan di dalam tanah. Ekstrak bunga marigold (Tagetes sp.) juga dapat digunakan untuk mengendalikan nematoda di tanah.

Rotasi tanaman dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya organisme perusak tanaman (OPT). Penyakit yang umum menyerang tanaman wortel yaitu Cercospora carotae, Alternaria dauci, dan black mold atau downy mildew. Pengendalian dapat dilakukan dengan menanam benih yang sehat, merotasi tanaman, mensterilkan kebun, dan membuang tanaman yang terinfeksi.

Panen dan pasca panen

Wortel dapat dipanen setelah 100 hari (tergantung varietasnya). Panen yang terlambat akan menyebabkan umbi menjadi berkayu dan tidak menarik bagi konsumen.

Pemanenan dilakukan dengan membuang umbi beserta akarnya, dan akan lebih mudah dilakukan jika tanah digemburkan terlebih dahulu. Yang terbaik adalah memanen pada pagi hari.