Cara Budidaya Jambu Kristal

Diposting pada

Syarat Tumbuh Jambu Kristal

  • Tinggi tempat

Budidaya Jambu Kristal – Syarat Tumbuh, Perawatan & KlasifikasiKetinggian tempat atau letak geografis tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, produksi buah, dan kualitas buah yang di hasilkan. Akrena ketinggian tempat berhubungan erat dengan kondis iklim. Tanaman jambu cocok di tanam di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 0 – 1000 mdpl. Pada ketinggian yang sesuai, tanaman jambu sangat produkstif dan buah yang di hasilkan memiliki kulaitas yang bagus.


Namun demikian, ketinggian tempat yang ideal untuk pertumbuhan dan produksi jambu biji yang optimal di hasilkan di derah yang berketinggian 3 – 500 mdpl. Tanaman jambu yang di tanam di datarab yang lebih tinggi dari yang sesuia dengan tanaman maka pertumbuhan tanaman menjadi lambat, buahnya berukuran kecil, rasanya kurang manins dan umur panennya lebih lambat.

Syarat-Tumbuh-Jambu-Kristal


  • Curah hujan

Di daerah yang iklimnya tropis dengan curah hujan tidak tinggi sangat cocok untuk membudidayaan jambu. Tanaman jambuyang diatanam did erah yang curah hujannya tinggi, tanaman mudah terserang penyakit dan buah – buhan mudah rontok. Disamping itu, hujan lebat yang terus – menerus pada musim berbunga dapat menyebabkan buang banyak yang rontok sehingga produski buahny sedikit. Daerah yang memiliki iklim basah denagn curah hujan berkisar 200 mm/tahun sangat baik untuk pertumbuhan tanaman jambu.


Keadaan curah hujan sangat beroengaruh terhadap kualitas buha yang di hasilkan da terhadap pembungaan, tanaman jambu yang ditanam di derah yang memiliki curah hujan tidak sesui, maka taaman hanya membentuk daun – daun muda dan buang yang seidkit, bahkan tanaman tidak berbunga.


  • Suhu

Secara umum, pertumbuhan tanaman jambu yang baik memerlukan suhu udara berkisar antara 30oC. Akan tetapi tanaman jambu masih dapat tumbuh pada suhu di atas 35oC, namun pertumbuhan dan produksinya kurang baik.


Keadaan suhu dara di suatu daerah atau wilayah berkaitan erat dengan ketinggian tempat dpl. Dimana setiap kenaikan tinggi tempat 100 m, suhu udara meurun 0,61oC. Sementara, pertumbuhan tanaman di pengaruhi oleh suh udara. Misalnya perkecambahan, pertunasan, pembungaan, permbuahan pematangan dan lain sebagainya.


  • Lama penyinaran

Cahaya matahari merupakan energi yang di perlukan tanman dalam proses fotosintesis untuk pembentukan dan pertumbuhan batang, cabang, atau ranting, daun, bunga, buah, biji dan pembentukan zat nutrisi seperti gula, protein, vitamin, mineral, dan lain sebagainya.


Pengaruh cahaya matahari terhadapa pertumbuhan dan produksi tanaman tergantung pada intensitas sinar matahari dan lamanya penyinaran pada setiap fase pertumbuhan tanaman, intensitas cahaya matahri yang cukup dapat di terima tanaman pada fase pertumbuhan tanaman akan meingkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman.


  • Keadaan tanah

Pada umumnya tanaman jambu biji dapat beradaptasi pada keadaan tanah yang luas terhadap berbagai jenis tanah dengan tekstur dan struktur tanah yang beragam. tetapi tanaman jambu menghendaki tanah yang liat berpasir dan struktur tanah yang gembur, dimana tanah mudah merembeskan air, dan solum tanah 1,5 – 10 m. Dan tanaman jambu dapat tumbuh pada tanah dengan keasaman (pH) berkisar antara 5,5 – 7,5. Namun, tanaman jamb dapat tumbuh secara optimal pada keadaan pH tanah 6,5.


Cara Budidaya Jambu Kristal

Cara-Budidaya-Jambu-Kristal

  • Perbanyakan tanaman jambu kristal

  • Okulasi
  1. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yaitu telah berumur 5 bulan
  2. Ambil mata tunas tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya.
  3. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang sesuai dengan mata tempel.
  4. Masukkan mata tempel ke dalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik
  5. Setelah 2 -3 minggu, ikatan tempelan dapat dibuka dan disemprot dengan ZPT.
  6. Pada okulasi yang jadi, kerat batang sekitar 2 cm di atas okulasi dengan posisi melintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang.

  • Cangkok
  1. Memlih dahan tanaman yang bergaris tangah ± 2 cm.panjang dahan ± 100 cm dan dahan tumbuh tegak.
  2. Menyayat kulit cabang secara melingkar sepanjang 3 – 5 cm. kulit cabang yang di sayat sebaiknya berada tepat di bawah kuncup daun.
  3. Mengkerat kulit dengan ujung pisau. Kikis kambium yang mungkin masih melekat pada bagian kayu, dan buang lendir yang membasahinya.
  4. Mengeringkan bagian dahan yang telah di kupasd dengan membiarkannya selama 2 – 5 hari.
  5. Membungkus dahan yang telah di kelupas dengan mos atau serabut kelapa. Dan ikat bagian bawah lembaran pembungkus ± 6 cm di bawah sayatan.
  6. Memasukkan tanah basah yang telah dicampur pupuk kancang ke dalam pembungkus.
  7. Merapikan sehingga dahan yang terkelupas tertutup tanah seluruhnya. Kemudian ikat bagian atas lembaran pembungkus.
  8. Menyiram secara teratur pada pagi dan sore hari terutama jika tidak terjadi hujan.
  9. Cangkokan yang telah tumbuh jangan langsung dilakukan penanaman di lahan. Sebelumnya tanam terlebih dahulu hasil cangkokan pada polybag dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang.
  10. Setelah umur cangkokan pada polybag mencapai 3 bulan, maka cangkokan telah siap untuk dipindahkan ke lahan yang siap untuk di tanami.

Teknik Penanaman Jambu Kristal

  • Pengolahan tanah

Lahan yang akan ditanami tanaman jambu kristal sebelumnya dilakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Pengolahan tanah pada lhan di fungsikan sebagai sanitasi lahan dan pembersihan dari OPT yang berada di dalam tanah agar pada saat di tanaman OPT tersebut tidak akan menyerang tanaman jambu kristal. Dengan cara membalik tanah dan membuat bedengan – bedengan denagn ukuran 1 m x 50 m. Memblik tanah bagian bawah selain untuk mengendalikan hama atau penyakit yang ada di dalam tanah, juga berfungsi untuk memberikan hara yang ada di lapisan top soil tanah agar berada di atas dan mudah dalam penyerapan hara untuk tanaman.


  • Penentuan jarak tanaman

Tanaman jambu kristal dapat di budidayakan secara monokulture maupun intercropping dengan tanaman di bawahnya. Jarak tanam jambu kristal yang di lakasanakan di PO. Bumiaji Sejahtaera di desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Di peruntukan dengan jarak tanam 300 cm x 400 cm dengan secara mono kulture, sedang dengan pola tanam intercroping di lakukan pada bagian bawah tanaman jambu kristal, yaitu di tanam tanaman yang tidak membutuhkan penyinaran yang lama dan cahaya yang sedikit.


  • Pembuatan lubang tanam

Ukuran lubang tanam untuk penanaman jambu kristal di PO. Bumiaji Sejahtera yaitu 30 cm x 50 cm x 50 cm. dimana tanah hasil galian pada bagian atas dan tanah bagian bawah di campur menjadi satu dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 1 kg/lubang tanam.


Artikel Lainnya : Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot


Perawatan Tanaman

  • Penyiangan

Proses penyiangan tanaman jambu akan dilaksanakan apabila terdapat gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Pada tanaman yang berjarak tanam rapat makan tidak perlu untuk di lakukan penyiangan, karena tajuk tanaman jambu yang rapat akan menggangu pertumbuhan gulma pada bagian bawah pohon tanaman jambu. Penyiangan dilakukan pada saat awal musim penghujan dimana semua tanaman mulai tumbuh, pada saat sebelum musim penghujan maka lahan yang ada di sekitar tanaman jambu digemburkan kembali untuk agar gulma pada sekitar tanaman jambu tidak tumbuh kembali.


  • Pembubunan tanaman

Tanaman jambu kristal dilakukan pembumbunan pada saat musim penghujan. Dengan kondisi tanah yang kering dan terkena air makan tanah akan terbawa oleh air, yang menyebabkan tanah yang ada di sekitar tanaman jambu menjadi berkurang dan menggenangi tanaman jambu kristal. dengan pembumbunan tanaman maka air akan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menggenangi tanaman jambu.


  • Pemangkasan

Pemangkasan yang dilakukan untuk tanaman jambu kristal ini bertujuan untuk memaksimalkan hasil fotosintat darihasil proses fotosintesis ke jaringan tanaman yang lebih muda atau tunas baru yang masih dapat melakukan proses fase vegetatif yang cepat. Dengan cara memangkas bagian dahan atau ranting tanaman yang sudah tua atau sudah tidak dapat berproduksi, atau pada tangkai yang telah dipetik. Tangkai tanaman yang menghasilkan buah dan telah dipetik tidak dapat memproduksi bunga, maka dengan pemangkasan bisa memaksimalkan produksi bunga pada tanaman pada cabang baru setelah pemangkasan cabang tanaman yang telah tua.


Selain itu, pemangkasan yang pada jambu kristal dapat mempercepat proses pembungaan pada cabang baru atau tunas baru. Dengan mempercepat proses pembungaan makan produksi buah meningkat. Karena pemangkasan yang dilakukan dapat memusatkan hasil fotosintesis tanaman pada cabang baru dengan bunga dari calon buah tanaman jambu kristal.


Dengan pemengkasan juga dapatn membuat sinar matahari dapat masuk melewati sela – sela daun. Dengan penyinaran yang maksimal maka pada bagian bawah dari tajuk tanaman tidak ternaungi dan tidak menyebabkan kelembapan menjadi tinggi. Kelembapan yang tinggi dapat menjadikan tempat tinggal dari penyakit – penyakit tanaman berupa jamur, bakteri dll, serta juga dapat menjadi tempat tinggal beberapa hama tanaman jambu. Pemangkasan tanaman jambu kristal ini akan dilakukan setelah umur 3 – 6 bulan.


  • Pemupukan tanaman

Pemupukan dilakukan pada 3 tahap daiman pada tahap pertama umur 0 – 6 bulan, tahap kedua pada umur 6 – 12 bulan dan tahap ketiga umur 12 – 24 bulan.


Artikel Lainnya : Cara Menanam Semangka – Pupuk, Bibit, Makalah Dan Analisanya


  • Tahap pertama ( 0 – 6 bulan)

Pemupukan tahap awal diman tanaman di tanam sampai tanaman berumur 6 bulan dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang atau kompos sebanyak 5 kg/1000 m2 sebagai pupuk dasar untuk penanaman jambu kristal, dan selanjutnya dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk aorganik berupa Urea : Tsp : ZK ( 3 : 2 : 1 ) per 1000 m2. Dengan cara kocor, dimana pupuk dilarutkan kedalam air agar pupuk dapat di serap langsung oleh tanaman.


Pemupukan pada umur 0 – 6 bulan dilakukan setiap 2 minggu sekali, dengan tujuan untuk mempercepat proses vegetatif tanaman. setelah proses vegetatif tanaman pertumbuhannya lebih cepat maka tanaman akan cepat untuk berbungan dan menghasilkan buah.


  • Tahap kedua (6 – 12 bulan)

Pada umur 6 – 12 bulan tanaman dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk yang sama dan dosis yang sama, yaitu Urea : Tsp : ZK ( 3 : 2 : 1 ) per 1000 m2. Tetapi jarak waktu pemberian pupuk lebih lama di bandingkan pada awal fase vegetatif dengan selang waktu 1 bulan sekali. Pemberian pupuk pada umur 6 – 12 bulan dengan cara di taburkan pada daerah areal perakaran tanaman jambu secara melingkar. Karena pada tahap ini sudah memulai fase generatif atau pembentukan bunga. Maka asupan pupuk yang diberikan dikurangi untuk mempercepat pembuahan pada tanaman.


  • Tahap ketiga (12 – 24 bulan)

Pada umur tanaman jambu yang telah mencapai 2 tahun takaran pupuk yang digunakan tetap sama dengan umur 6 – 12 bulan, tetapi selang waktu pemupukan yang digunakan dikurangi, dengan tujuan untuk mepercepat proses pemasakan buah. Jarak waktu yang digunakan untuk pemupukan tanaman umur 12 – 24 bulan, dilakukan setiap 3 bulan sekali.


  • Pengairan tanaman

Pemberian air pada tanaman jamb ukristal ini dilakukan 2 kali dalam minggu pertama setelah penanam, yaitu pada pagi dan sore hari. Setelah tanaman telah mulai beradapatasu dengan lingkungan sekitar dapat dikurangiimenjadi sekali dalam sehari. Setelah tanaman tumbuh kuat frekuensi penyiraman dapat dikurangi lagi atau penyiraman dilakukan saat diperlukan saja.


Jika turun hujan yang lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tergenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah akan terlihat mengering dan merakah maka di perlukan penyiraman yang lebih dari pada penyiraman yang terdahulu dan dilakukan sehari sekali setiap sore hari.


  • Pengendalian OPT (Organisme Penggangu Tanaman)

  • Tahap pertama (0 – 6 bulan)

Pengendalian OPT pada awal tanam sampai tanaman berumur 6 bulan dilakukan dengan menggunakan pestisida anorganik. Pestisida yang digunakan adalah Dorstick (pelekat, penabur) sebanyak 25 cc/100 Lt, ANTONIK (zat perangsang tumbuh tanaman) sebanyak 25 cc/100 Lt, dan menggunakan fungsida yaitu CABRIO 250EC sebanyak 25 cc/ 100 Lt dan FOLICUR 25WP sebanyak 25 cc/100 Lt.


  • Tahap kedua (6 – 12 bulan)

Pengendalian OPT pada umur tanaman mencapai 6 – 12 bulan. Pengandalian tetap menggunakan dosis yang sama, akan tetapi penggunaan air dan dosis pestisida ditambahkan 10 % dari takaran air seblumnya menjadi 110 Lt air yang digunakan pada saat penyemprotan dengan dosis Dorstick (pelekat, penabur) menjadi 35 cc/110 Lt, ANTONIK (zat perangsang tumbuh tanaman) sebanyak 35 cc/110 Lt, dan menggunakan fungsida yaitu CABRIO 250EC sebanyak 35 cc/ 110 Lt dan FOLICUR 25WP sebanyak 35 cc/110 Lt.


Artikel Lainnya : 11 Tahap Budidaya Jahe Merah Dalam Polybag Dan Analisisnya


  • Tahap ketiga (12 – 24 bulan)

Dengan bertambahnya umur tanaman yang sudah mencapai dua tahun maka takaran air dan dosis yang digunakan untuk menyemprot tanaman bertambah manjadi 20 %. Maka takaran air dan dosis dalam penyemprotan atau pengendalian OPT pada umur tanaman mancapai 2 tahun di perlukan dosis Dorstick (pelekat, penabur) menjadi 55 cc/130 Lt, ANTONIK (zat perangsang tumbuh tanaman) sebanyak 55 cc/130 Lt, dan menggunakan fungsida yaitu CABRIO 250EC sebanyak 55 cc/ 130 Lt dan FOLICUR 25WP sebanyak 55 cc/130 Lt.


  • Pemeliharaan lain

  • Penjarangan buah

Penjarangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah yaitu besar seragam, kulit baik, dan sehat, dilakukan dengan membuang buah yang tidak normal (terserang hama penyakit atau kecil-kecil). Untuk mendapatkan buah yang baik satu tunas hendaknya berisi 3 – 5 buah.

  • Pembungkusan buah

Pembungkuasn buah tanaman jamb dilakukan pada saat buah tanaman sudah sudah berumur 1,5 bulan atau bakal buah tanaman, dengan cara membungkusnya dengan menggunakan plastik bening ukuran 15 x 35 cm. Dan pada bagaian pucuk plastik dipotong untuk memberikan lubang udara pada buah, lubang udara berfungsi sebagai pembuang air yang dikeluar oleh proses penguapan buah tanaman. pembungkusan bertujuan untuk menghindari keruskan secara mekanis dari tanaman itu sendir dan serangan serangga hama yang akan merusak buah tanaman jambu.


Hama dan penyakit penting tanaman jambu kristal

  • Kutu daun (Aphid sp)

gejala yang disebabkan oleh kutu daun terjadi pada bagian pertumbuhan tunas, pucuk, daun dan bunga terganggu. Bentuknya berubah mengeriting, mengkerut, atau mengerdil serta akhirnya rontok. Daun berubah menjadi kuning kecoklatan kemudian layu.


Penyebab awal populasi aphid bisa meledak lantaran betina mampu berpatogenesis – memperbanyak diri tanpa perkawinan. Oleh karena itu, setiap saat mampu bereproduksi. Di dataran rendah dan tropis aphid berkembang sangat pesat. Itu terjadi terutama pada awal musim kemarau. Tumbuhnya tunas – tunas mampu menarik aphid datang.


Untuk siklus hidup reproduksi aphid terbagi dalam 2 fase seksual melalui perkawainan dan asesksual melalui pertogenesisl. Dalam kondisi dingin, umumnya aphid dewasa berkembang biak secara parogenesis. Aphis betina mampu menghasilakn ribuan aphid baru dalam waktu 4 – 6 minggu. Nimfa akan melewati 4 fase sebelum mejadi serangga dewasa dalam kurun waktu 8 – 10 minggu. Serangga dewasa berproduksi lagi 2 – 3 hari kemudian.


Penanggulangan aphid terbagi 3 yaitu secara mekanis, kimiawi dan budidaya. Secara mekanis cenwan hitan di cuci dengan air detergen, selain menyingkirkan jelaga penggu fotosintesis deterjen ampuh memabasmi penyakit lain yang menikmati cairan manis yang dikeluarkan aphid. Ladybugs dan belalang sembah bisa digunakan sebagai predator alami yang rakus. Untuk kimiawi menggunakan pestisida sintetis yang berbahan aktif dimentot dari golongan organophosphat. Penyemprotan diulang seminggua sekali atau sebulan agar telur dan nimfa ikut mati. Sedangkan untuk budidaya yaitu dengan menanam sermpak untuk memutus daur hidup serangga, dan penempatan perangkap kuning di lahan (yellow trap).


Artikel Lainnya : Cara Budidaya Nanas


  • Kutu putih

Gejala yang disebabkan pada bagian tunas yang baru muncul gagal tumbuh, daun tua menguning dan layu daun rontok satu persatu. Dan pada saat dibongkar, tampak akar menjadi kurus dengan permukaan cekung mengempis. Tanaman menguning kemudian akan layu menghitam. Apabila menyarang pangkal daun, daun akan kuning layu dan rontok.


Penyebab adalah serangga in imampu berpindah dari satu tempat ketempat yang lainnya, dan ada beberapa yang dibantu oleh angin, burung dan manusia karena ukuran yang sangat kecil dan ringan. Oelah karenanya mudah melakat ke kaki burung, pakaian atau alat – alat berkebun. Siklus hidup kutu putih yaitu satu generasi membutuhkan waktu 1 – 5 bulan tergantung jenis iklim, dan tempat tumbuh. Setiap tahunm, ham ini mempu melahirkan 2 – 4 generasi. Imago betina menghasilkan 300 – 500 butir. Setlah 6 – 20 hari kemudian, telus menetas.


Cara menanggulangi secara mekanis jika tampak kutu berada di premukaan media tanamn makan akar tanaman sudah terserang. Untuk itu perlu pembongkaran tanaman dari pot dan dibersihkan bagian yang terserang dengan kapas yang sudah dibasahi alkohol 70 %. Bagian yang rusak dipotong dan kemudian di bakar. Untuk kimiawi yaitu menggunakan pestisisda berbahan aktif imikdakplorid, prefenofos, lamda sihalotrin. Sedang secara budidaya yaitu menanam sermpak, membersihkan seresah dan gulma.


  • Ulat kantung

Gejala yaitu daun berlubang pada jarak berdekatan. Serangan berat mampu membuat warna daun di sekitar lubang menguning. Penyebabnya pada saat musim kemarau memicu pupa menjadi serangga dewasa yang akan segera kawin dan bertelur. Siklus hidupnya identik dengan ulat kupu dan ngengat lainnya. Telus menetas dalam kantung menjadi ulat. Pada saat stadia ulat mampu mengelurkan benang dan menybar di bantu angin dan binatang. Perkembangan dalam satu generasi mata bervariasi.


Penanggulangan secara mekanis yaitu memusnahkan ulat dan kantung – kantung yang terlihat, untuk kimiawi menggunakan pestisida berbahan aktif deltametrin dan klorantraniliprol. Sedangkan secara budidaya yaitu membersihkan seresah dari sekitar pohon.


  • Lalat buah

Gejala yang disebabkan pada stadia larva yaitu menggerek buah dan menyebabkan buah membusuk di bagia dalam. Tampak getah yagn sudah mengering di permukaan buah. Kadang tampak lubang kecil kehitanaman bekas tusukan dan buah banyak yang keriput dan rontok.


Artikel Lainnya : Penyakit Tanaman Mangga


Penyebab adalah lalat buah akan datang pada saat bersamaan musim penghujan. Kerana kelembapan memicu pupa untuk keluar menjadi lalat dewasa. Siklus hidup pada lalat buah betina akan menyuntikkan 50 100 telur ke buah muada kemuaida 2 – 5 hari belatung keluar dari telurn dan segera merusak daging bah setelh 4 – 7 hari keluar dai buah dengan meulbangi kulit buah menjatuhkan diri dan menjadi pupa dalam tanah, 3 – 5 hari kemudian lalat dewasa bersayap keluar dari pupa, kurang dari 1 menit langsung mengudara dan melakuka perkawinan serta bertelur.


Penanggulangan secara mekanis, buah atau bungan yang terserang di pangkas dan dibakar, disekitarnya dicangkul dan dibalik agar pupa yang bersembunyi terkena sinar matahari dan mati. Perangkap yang menggunakan zat metil eugenol atau lem kuning cukup efektif mengurangi serangan. Untuk kimiawai menggunakan insektisida berbahan aktif deltamtrin, prefonos dan abamectin, dan penyemprotan dilakukan pada pagi hari saat lalat sedang aktif, sedang secara budidaya yaitu sanitasi lahan sebelum menanam, memangkas kanopi untuk membentuk tajuk dan mengurangi kerimbunan kanopi.


  • Bercak daun dan hawar daun Pestalotiopsis spp

Gejala yang terjadi bercak abu – abu di permukaan daun yang menjalar ke ranting dan tangkai buah. Awalnya bercak berwarna kuning, cokelat, atau hitam. Pada beberapa spesies, bercak berubah menjadi abu-abu dengan tepuan hitam. Meskipun tergolong parasit lemah, serangan berat mengurangi kemampuan fotosintesis yang berakibat menurunnya produksi buah. Cendawan Pestalotiopsis spp masuk lewat luka terbuka pada daun tua, kulit buah, atau kulit batang. Spora menyebar dengan batuan angin dan air, baik percikan air hujan maupun penyiraman.


Pengendalian secara mekanis dengan cara memotong dan musnahkan bagian yang terserang. Pengendalian kimiawi dengan menyeprot fungisida berbahan aktif klorotanil. benomil azoksistrobin, dan mankozeb. Pangkas tajuk jambu secara teratur untuk mengurangi kerimbunan tajuk dan bersihkan seresah.

Bercak daun Hawar daun


  • Cendawan jelaga Capnodium spp

Kehadirannya sebagai penyakit minor karena patogen tidak menyerap nutrisi tanaman hanya sebatas menumpang pada permukaan daun. Namun dapat menutupi permukaan daun yang mengakibatkan terganggunya proses fotosintensi sehingga mengganggu vigor tanaman. gejalanya muncul bintik-bintik hitam mirip jelaga pada permukaan daun. Cendawan ini hadir sat ada cairan manis yang dikeluarkan apids, thrip, mealy bug, maupun serangga parasit lain.


Cara memberantasnya dengan mengendalikan serangga vektor tersebut dengan insektisida. Pada permukaan daun terbentuk selaput hitam tipis. Saat udara kering, selaput lepas dari daun dan terpecah menjadi bagian kecil-kecil. Bagian tersebutlah yang terhembus angin dan menyebar ke segala penjuru. Umumnya, cendawan berkembang baik saat kemarau tiba. Sebaliknya saat musim hujan jauh berkurang karena terbatasnya produksi cairan manis serangga.


Pengendalian mekanis dengan menggunakan belerang dan abu gosok pada daun yang terserang. Penangulangan kimia dengan fungisida berbahan aktif benomil, mankozeb, mandipropamid, dan propineb. Sedangkan cara budidaya dengan memangkas teratur untuk mengurangi kerimbunan tajuk. Tanaman di bawah naungan memiliki intensitas serangan lebih tinggi.


Artikel Lainnya : Cara Merawat Tanaman Kelengkeng Agar Cepat Berbuah Lebat Dan Besar


  • Karat Puccinia spp

Cendawan ini bersifat parasit obligat, dan menyerang daun, tangkai daun, serta batang. Selain itu juga menyerang bakal bunga dan buah serta menyebabkan mati pucuk. Gejala yang ditimbulkan yaitu muncul bercak-bercak cokelat memanjang atau bulat di batang dan permukaan daun bagian bawah. Di permukaan daun bagian atas, bercak kecoklatan terlihat lebuh terang dikelilingi tepian berwarna kuning. Lama-kelamaan bercat menjadi kumpulan spora berwarna orange yang mudah diterbangkan angin. Di permukaan atas daun, bercak berwarna coklat kemerahan lalu muncul kumpulan spora berwarna orange dalam jumlah yang lebih sedikit. Pada serangan berat seluruh daun dapat tertutup kumpulan spora hingga akhirnya daun mengering dan mati.


Penyebab Puccinia spp dibantu angin, udara lembab, dan percikan air hujan. Selain itu benih dan bibit yang terkontaminasi juga menbjadi sumber penyebaran ke tanaman sehat. Penanggulangan mekanis dengan cara cabut dan musnahkan tanaman yang terserang agar tidak menyebar. Cara kimiawi dengan menyemprot fungisida berbahan aktif klorptalonil, azoksistrobin, tebukonazol, triadimefon, atau difekanazol. Pengendalian kultur teknis dengan mengatur jarak tanam agar semua tanaman tersinari matahari. Pangkas teratur agar tidak ada yang ternaungi.


Masa Panen Jambu Kristal

Tanaman jambu denga bibi yang berasal dari proses perbanyakan vegetatif kemudian dipelihara secara inetnsif dapat berbuah relatif cepat, dimana tanamn dapat berbuah pada umur 2 – 3 tahun setelah tanam. Ciri – ciri buah yang siap petik menamppakan : buah berukuran maksimal, kulit buah berwarna kekuningan atau putih kekuningan, dan menebar aroma harum yang khas sebagai pertanda buah matasak. Bila buah telah masak di pohon pada saat dibelah, maka tempak warna daging buah menjadi putih kekuningan, berair dan struktur daging buah lunak.


Dalam proses pemanenan buah tanaman jambu Kristal di buat menjadi kontinuitas. Karena, proses budidaya yag digunakan di PO. Bumiaji Sejahtera, di kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Digunakan sebagai wilayah tempat wisata pemetikan jambu kristal. Maka dapat di tabulasikan 20 kg untuk 4 bulan pemanen buah tanaman jambu kristal yang telah masak dan siap untuk dipetik.


Artikel Lainnya : Cara Menanam Durian Cepat Berbuah Dan Jarak Tanamnya


Dan untuk pemasaran buah tanaman jambu kristal di peruntukan untuk para wisatwan yang hadir dalam pemetikan buah. Untuk pemasaran yang langsung di peruntukan pada outlet – outlet atau supermarket. buah yang di pamen untuk supermarket akan langsung di ambil dari lahan oleh supplayer yang dating dan di berikan pada supermarket.


Demikian penjabaran artikel diatas tentang Budidaya Jambu Kristal – Syarat Tumbuh, Perawatan & Klasifikasi semoga dapat bermanfaat bagi pembaca setia Lahan.Co.Id